Laporkan Masalah

Ketegangan di Balik Pemberdayaan dan Upaya Penyelesaian Konflik Kepentingan di Desa Wisata Wayang Kulit Wukirsari

Kezia Serafina Yulaksono, Dr. Realisa Darathea Masardi, S.Ant., M.A.

2026 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Penelitian ini mengkaji dinamika sosial masyarakat dalam merespon program pemberdayaan yang terdapat di Desa Wisata Wayang Kulit Wukirsari. Penelitian ini berfokus pada respon masyarakat yang secara tidak langsung berimplikasi pada munculnya konflik sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui partisipasi observasi dan wawancara mendalam semi-terstruktur. Dalam menganalisis pemetaan respon masyarakat terhadap program pemberdayaan, peneliti mengacu pada teori sosial drama milik Turner dan teori konflik kepentingan milik Dahrendorf.

Temuan di lapangan mengidentifikasi adanya pola yang serupa dari keempat konflik yang terjadi, yaitu konflik kepentingan yang berakar pada ketimpangan distribusi otoritas dan akses terhadap sumber daya. Adapun keempat kasus konflik yang terjadi antara lain: (1) konflik kepentingan di antara perajin dan pengelola wisata dalam penentuan lokasi pusat desa wisata, (2) program tidak merata yang menyebabkan adanya marginalisasi buruh wayang, (3) ketegangan antara tim pengelola wisata dan pemerintah terkait keterlambatan respon pemerintah, serta (4) ketegangan relasi yang berimbas pada memuncaknya kekecewaan pengelola wisata terhadap univeristas. Analisis proses konflik menggunakan kerangka sosial drama milik Turner untuk melihat tahapan konflik yang dilalui hingga pada upaya perbaikan yang telah dilakukan melalui mekanisme formal dan informal yang digunakan oleh masyarakat Wukirsari.

This research examines the social dynamics of community responses to empowerment programs within the Wukirsari Wayang Kulit Tourism Village. The study focuses on how community responses indirectly implicate the emergence of social conflicts. A qualitative method was employed, with data gathered through participant observation and semi-structured in-depth interviews. To analyze the mapping of community responses toward empowerment programs, the researcher utilized Turner’s social drama theory and Dahrendorf’s theory of interest group conflict.

Field findings identify a consistent pattern across the four identified conflicts, namely interest conflicts rooted in the unequal distribution of authority and access to resources. These four conflict cases include: (1) interest conflicts between artisans and tourism managers regarding the location of the tourism village center; (2) uneven program implementation leading to the marginalization of wayang laborers; (3) tensions between tourism management teams and the local government regarding delayed governmental responses; and (4) relational tensions resulting in heightened disappointment of tourism managers toward the university. The analysis of the conflict process utilizes Turner’s social drama framework to observe the stages of conflict and the subsequent redress efforts undertaken through formal and informal mechanisms by the Wukirsari community.

Kata Kunci : konflik, kepentingan, sosial drama, pemberdayaan, respon

  1. S1-2026-479339-abstract.pdf  
  2. S1-2026-479339-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-479339-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-479339-title.pdf