TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM FILM AGAK LAEN: KAJIAN PRAGMATIK
Siti Mutiara, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, M.A.
2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi, strategi pengungkapan, dan makna sosial dari tindak tutur direktif dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Kajian ini berfokus pada bagaimana tuturan dalam film tersebut mencerminkan tindakan ilokusi serta mengindeks hubungan sosial antartokoh melalui penggunaan bahasa.
Data penelitian berupa tuturan-tuturan direktif dari transkrip film berdurasi 1 jam 58 menit 48 detik. Pendekatan yang digunakan adalah pragmatik dengan landasan teori tindak tutur oleh J. L. Austin dan John R. Searle, kesantunan oleh Leech), dan indeksikalitas oleh Silverstein. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk pengumpulan data serta metode padan pragmatis dalam analisisnya.
Hasil penelitian menunjukkan delapan fungsi tindak tutur direktif, yaitu memerintah, meminta, mendesak, menganjurkan, melarang, mengajak, memperingatkan, dan menasihati. Strategi tutur yang ditemukan meliputi strategi langsung dan tidak langsung, literal dan tidak literal, serta gabungan keduanya seperti langsung-literal atau tidak langsung-tidak literal. Indeksikalitas dalam film ini mencerminkan makna sosial melalui dua jenis indeks: referensial (pelaku, waktu, tempat) dan nonreferensial yang memperlihatkan hierarki kekuasaan, kesopanan, solidaritas, serta identitas sosial para tokoh.
This study aims to describe the functions, expression strategies, and social meanings of directive speech acts in the film Agak Laen directed by Muhadkly Acho. The research focuses on how the utterances in the film reflect illocutionary acts and index social relationships among the characters through language use.
The data consist of directive utterances taken from the transcript of the 1-hour-58-minute-48-second film. The study employs a pragmatic approach based on the theories of speech acts by J. L. Austin and John R. Searle, politeness theory by Geoffrey Leech, and indexicality theory by Michael Silverstein. The research method is descriptive qualitative, using observation and note-taking techniques for data collection and a pragmatic matching method for analysis.
The findings reveal eight functions of directive speech acts, namely ordering, requesting, urging, suggesting, prohibiting, inviting, warning, advising, and emphasizing. The identified strategies include direct and indirect, literal and non-literal forms, as well as their combinations such as direct-literal and indirect-non-literal. Indexicality in this film reflects social meanings through two types of indexes: referential (actor, time, place) and non-referential, which indicate power hierarchy, politeness, solidarity, and social identity among the characters.
Kata Kunci : Kata Kunci: Agak Laen, Tindak Tutur, Indeksikalitas