Laporkan Masalah

Di Balik Warna Pink : Studi Kualitatif Pengalaman Perempuan Dalam Menyukai, Menggunakan, dan Merepresentasikan Diri Melalui Warna Pink

TAZKIA INDAH CAHYANI, Dr. Suzie Handajani, M.A.

2026 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Warna pink yang seringkali diidentikan dengan femininitas merupakan hasil kontruksi budaya yang terbentuk melalui jejak historis yang panjang dan kompleks. Sejak kanak-kanak, warna pink turut menemani proses sosialisasi gender pada perempuan sehingga warna tersebut semakin lekat dengan perempuan. Warna pink meski terlihat sederhana, namun sebenarnya menyimpan makna sosial yang luas dan terus berubah seiring waktu. Seperti tentang cara pandang masyarakat memahami budaya, gender, dan identitas yang menempel pada warna tersebut. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara semi terstruktur yang dilakukan secara online. Didapati informan primer merupakan tujuh orang perempuan dan informan sekunder tiga orang laki-laki yang memiliki latar belakang dan daerah yang berbeda. Wawancara dilakukan untuk mengetahui pengalaman perempuan dalam memilih, membeli, mengoleksi, serta merepresentasikan diri dengan warna pink. 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menerima makna tradisional dari warna pink semata, tetapi turut mendefinisikan ulang femininitas sesuai dengan pengalaman mereka. Kesimpulan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa menjadi perempuan tidak sekadar terlahir secara biologis saja, namun juga harus menampilkan identitas keperempuanan tersebut yang mana salah satunya melalui praktik mengoleksi dan menggunakan barang-barang berwarna pink. 

The color pink, which is often associated with femininity, is a cultural construct shaped through a long and complex historical process. From childhood, pink accompanies the gender socialization of girls, strengthening its association with women. Although pink may appear simple, it holds broad social meanings that continue to evolve over time, reflecting how society understands culture, gender, and the identities to the color. 

This study uses a qualitative approach with data collected through online semi-structured interviews. The primary informants consisted of seven women, while the secondary informants were three men from various backgrounds and regions. The interviews aimed to explore women's experiences in choosing, purchasing, collecting, and representing themselves through the color pink. 

The findings of this study show that women do not merely accept the traditional meanings associated with the color pink, but also actively redefine femininity through their lived experiences. The conclusion suggests that being a woman is not solely by biological factors, but also by the performance of feminine identity, one expression of which can be seen, in the practice of collecting and using pink items. 

Kata Kunci : warna pink, gender, femininitas.

  1. S1-2026-462967-abstract.pdf  
  2. S1-2026-462967-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-462967-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-462967-title.pdf