Kajian pola keruangan lokasi perumahan dikabupaten Bantul provinsi DIY
Hasto Baskoro Adi Saputro, Dr. Muhammad Baiquni, M.A.
2009 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian di Kabupaten Bantul ini bermula dari asumsi penambahan jumlah penduduk rumah tangga yang cukup tinggi yang menuntut kebutuhan akan lahan bagi tempat tinggal khususnya perumahan. Hal tersebut pada gilirannya akan mengubah pola penggunaan lahan dalam ruang wilayah seiring dengan perkembangan pembangunan perumahan. Oleh karenanya dilakukan penelitian dengan tujuan (1). Mengidentifikasi lokasi-lokasi perumahan terbangun yang ada kemudian menyajikan informasi jumlah dan sebarannya di daerah penelitian, (2). Mengetahui pola sebaran lokasi perumahan di daerah penelitian, (3). Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran lokasi perumahan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Adapun obyek penelitian ini berupa kompleks perumahan yang dibangun dari tahun 1995-2005. Data perumahan diperoleh melalui survei lapangan dan studi pustaka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis keruangan (spatial analysis). Pendekatan ini digunakan guna memperoleh informasi keruangan dengan harapan akan mampu memberikan gambaran tentang fenomena lokasi dan sebaran perumahan di wilayah Kabupaten Bantul dengan lebih jelas. Analisis yang digunakan yaitu analisis peta (overlay dan buffer) dan tetangga terdekat untuk mengkaji pola sebaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dari survei lapangan, diperoleh sebanyak 70 kompleks perumahan dibangun di Kabupaten Bantul mulai tahun 1995-2005 yang tersebar di 6 dari 17 kecamatan yang ada. Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Banguntapan, Kecamatan Sewon, Kecamatan Kasihan, Kecamatan Piyungan, Kecamatan Sedayu dan Kecamatan Pajangan yang letaknya tidak jauh dari Kota Yogyakarta. Pola sebaran perumahan di daerah penelitian cenderung mengelompok. Pola mengelompok ini diperoleh dari indeks tetangga terdekat sebesar 0,52. Hal itu mengindikasikan bahwa di daerah penelitian terjadi densifikasi perumahan. Kemudian, faktor yang mempengaruhi pola sebaran perumahan yaitu aksesibilitas dan kemiringan lereng (topografi). Aksesibilitas sendiri terdiri dari kedekatan dengan pusat kota. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor diatas berpengaruh besar terhadap sebaran lokasi perumahan di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis pola sebaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, maka dapat disusun arahan pengembangan perumahan di daerah penelitian, sehingga perubahan penggunaan lahan di daerah penelitian dapat terkendali dan sesuai dengan kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada.
ABSTRACT This research in Bantul Regency is beginning from the assumption of increasing household population that's make high demand of land for housing. Because of that, it can change land use pattern in regional space along with housing development. This research aims are (1). To identify housing location then provide information of amount and distribution (the spread) in research area, (2). To know the distribution pattern (spread) of housing location in research area, (3). To explain factors that influence to distribution pattern of housing location in research are. The research method is survey. Then, object of this research is housing complex that have been constructed in Bantul Regency since 1995 until 2005. Housing dat obtained from field survey and library. This research used spatial analysis approach to gain spatial information and provide the illustration about location and housing distribution phenomenon in Bantul Regency region more clearly. The analysis is map analysis and nearest neighbour to examine distribution pattern and influences factors. From the field survey, obtained an 70 housings complex have been constructed in Bantul Regency since 1995 until 2005 that spread in 6 distric from 17 distric. The districs are Banguntapan, Sewon, Kasihan, Piyungan, Sedayu and Pajangan, that locations aren't so far from Yogyakarta city. Distribution pattern of housing in this research area tends to be in cluster. This cluster pattern obtained from nearest neighbor index as big as 0,52. It is indicated that in research area has been housings densification. Then, the influence factors for housings distribution pattern are accessibility, slope (topography) and land price. Accessibility factors consist of nearness with the core of the city. The result indicated that the factors above are have a big influence to housing distribution pattern in research area. Based on the result of distribution pattern analysis and influence factors, it can composed development direction for housing in research area, until the land use changes in research area can controlled and adjusted with the policy of Regional Spatial Plan (RTRW).
Kata Kunci : perumahan, lokasi, pola sebaran, faktor pengaruh, aksesibilitas, topografi,housing, location, spread (distribution) pattern, influence factors, accessibility, slope