Laporkan Masalah

KAJIAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA AIR CONDITIONER MENYONGSONG LABELISASI ENERGI

Nur Winda, Ir. Fauzun, S.T. M.T.,, Ph.D., IPM., ASEAN.Eng

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Pada masa saat ini kebutuhan akan air conditioner (AC) semakin meningkat terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Akan tetapi, tidak semua orang mengerti bagaimana memilih air conditioner (AC) yang baik. Seiring dengan meningkatnya teknologi mengenai air conditioner (AC) maka diperlukan pengetahuan lebih oleh konsumen dalam memilih air conditioner yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satu cara mengetahui performa air conditioner adalah dengan mengetahui nilai Energy Efficiency Ratio (EER). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian dan pengukuran secara langsung dan metode analisis untuk mengolah data. Adapun langkah-langkah penelitian yang dilakukan yaitu mengatur suhu pada remote AC untuk mengetahui perbedaan konsumsi energi listrik pada tiap-tiap pembebanan berdasarkan pengaturan suhu pada mesin uji AC split kapasitas 1 pk yang digunakan ada tiga tipe dengan pembebanan pada 18?C, 20?C, 22?C dan 25?C. Dari setiap pembebanan tersebut akan didapatkan data yang akan digunakan untuk mencari nilai EER dari masing-masing mesin uji. Dalam penelitian ini berlaku trend dimana apabila pembebanan dengan pengaturan suhu semakin rendah maka konsumsi energi listrik mesin uji tersebut akan semakin meningkat, dan sebaliknya apabila pembebanan dengan pengaturan suhu semakin tinggi maka konsumsi energi listriknya semakin rendah. Dari setiap pembebanan tersebut akan didapatkan data yang akan digunakan untuk mencari nilai EER dari masing-masing mesin uji. Dalam penelitian ini berlaku trend jika pembebanan dengan pengaturan suhu semakin rendah maka konsumsi energi listrik mesin uji tersebut akan semakin meningkat, dan sebaliknya jika pembebanan dengan pengaturan suhu semakin tinggi maka konsumsi energi listriknya semakin rendah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi listrik secara aktual tidak sama dengan trens yang berlaku. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah infiltrasi dari ventilasi dan kondisi mesin uji yang kurang mendapatkan perawatan secara berkala. Berdasarkan hasil pengujian tersebut peneliti mengusulkan klasifikasi pada masing-masing objek uji dengan kriteria utama berdasarkan nilai hasil pengujian Energy Efficiency Ratio (EER) yang diperoleh. Dengan kriteria yang telah diusulkan ketiga mesin pengkondisi udara uji mewakili usulan klasifikasi

Kata Kunci : air conditioner, split, Energy Efficiency Ratio, efisiensi, labelisasi energi

  1. S1-FTK-2013-Nur_Winda-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Nur_Winda-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Nur_Winda-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2013-Nur_Winda-title.pdf