Laporkan Masalah

Strategi Remaja Laki-Laki Mengatasi Bullying Dalam Une Année Chez Les Français Karya Fouad Laroui

Sherli Putri Permatasari, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.

2026 | Tesis | S2 Sastra

Une année chez les Français adalah sebuah novel Francophone karya Fouad Laroui yang menggambarkan pengalaman seorang remaja asal Béni-Mellal menjadi sasaran Bullying dalam lingkungan pendidikan Prancis di Casabalanca. Di dalam Lycée Lyautey, tokoh Mehdi Khatib mendapatkan diskriminasi akibat perbedaan bahasa, status sosial, dan latar budaya sebagai anak Maroko. 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi remaja laki-laki yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Prancis untuk sekolah di Lycée Lyautey, Casablanca namun menjadi sasaran bullying oleh pemilik budaya dominan. Dengan menggunakan teori pascakolonial Homi K. Bhabha khususnya konsep mimikri dan ambivalensi untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk diskriminasi tokoh Mehdi Khatib dan strategi yang digunakan untuk keluar dari fase Bullying di dalam lingkungan Prancis, dengan dua metode yaitu: pengumpulan data dan analisis data. Data relevan dikumpulkan dan dianalisis melalui perspektif Homi K. Bhabha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mehdi Khatib mendapatkan tiga bentuk diskriminasi yaitu, fisik dan identitas, kelas sosial, serta budaya yang terjadi di lingkungan budaya Prancis. Sementara itu, ada empat strategi digunakan tokoh dalam mengatasi Bullying yaitu, strategi observasi dan keheningan, strategi ambivalensi dan mimikri, strategi belajar untuk melampaui pihak kolonial, dan strategi penyesuaian diri. Hal ini menunjukkan bahwa saat Mehdi Khatib berbenturan dengan budaya asalnya maka menciptakan diskriminasi, sehingga dengan konsep mimikri dan ambivalensi Mehdi Khatib dapat melakukan resistensi. 

Une année chez les Français is a Francophone novel by Fouad Laroui that describes the experiences of a teenager from Béni-Mellal who is bullied in a French educational environment in Casablanca. At Lycée Lyautey, the character Mehdi Khatib faces discrimination due to differences in language, social status, and cultural background as a Moroccan child. 

This study aims to analyze the adaptation strategies of male teenagers who received scholarships from the French government to study at Lycée Lyautey, Casablanca, but became targets of bullying by the dominant culture. This research applies Homi K. Bhabha postcolonial theory, particularly the concepts of mimicry and ambivalence, to explore the forms of discrimination against Mehdi Khatib and the strategies used to escape the bullying phase in the French environment, using two methods: data collection and data analysis. Relevant data were collected and analyzed through the perspective of Homi K. Bhabha. 

The results of the study show that Mehdi Khatib experienced three forms of discrimination, namely physical and identity, social class, and culture, which occurred in the French cultural environment. Meanwhile, there are four strategies used by figures in overcoming bullying, namely the strategy of observation and silence, the strategy of ambivalence and mimicry, the strategy of learning to transcend the colonial side, and the strategy of self-adjustment. This shows that when Mehdi Khatib clashes with his native culture, it creates discrimination, so that with the concepts of mimicry and ambivalence, Mehdi Khatib can resist. 

Kata Kunci : Bullying, Mehdi Khatib, Béni-Mellal, Adaptasi, Pascakolonial

  1. S2-2026-530026-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530026-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530026-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530026-title.pdf