Kontestasi Nilai pada Sastra Anak Bergambar Amerika Pascamodern: Studi Bourdieusian
Rahmawan Jatmiko, Prof. Dr. Ida Rochani Adi, S.U.
2025 | Disertasi | DOKTOR PENGKAJIAN AMERIKA
Penelitian ini menelaah nilai-nilai dalam karya sastra anak bergambar karya empat penulis Amerika dengan menggunakan cara pandang Pierre Bourdieu dalam menganalisis gejala dan praktik sosial. Objek kajian penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling (Glaser & Strauss, 1967/2017), yang terdiri atas empat karya sastra anak Amerika, yakni The Very Hungry Caterpillar (Eric Carle), Where The Wild Things Are (Maurice Sendak), The Cat in The Hat (Dr. Seuss), dan A Fly Went By (Mike McClintock). Penelitian ini bersifat induktif dan kualitatif dengan acuan desain riset Creswell (2014), dengan kerangka teoretis yang memadukan kajian sastra, sejarah, sosiologi, dan pengkajian Amerika. Dalam kerangka pikir Bourdieu, karya-karya tersebut dipandang sebagai bagian dari sistem pendidikan anak yang berfungsi mereproduksi kondisi sosial, termasuk bias dan ketimpangan yang melekat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sastra anak bergambar, nilai-nilai tidak selalu dihadirkan secara eksplisit, melainkan difiksionalisasikan secara implisit melalui bentuk, narasi, dan relasi visual-verbal. Nilai-nilai tradisional dan progresif tidak saling meniadakan, tetapi justru hadir secara bersamaan dalam bentuk pelestarian dan penegasian nilai-nilai, yang mencerminkan dinamika antara kontinuitas dan perubahan budaya. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan bahwa proses pelestarian dan penegasian nilai dalam sastra anak bergambar berlangsung melalui interaksi antara dua tipe faktor utama. Pertama, faktor subjektif (agensi), yang meliputi pilihan estetis dan ideologis pengarang dalam merepresentasikan nilai-nilai tertentu. Kedua, faktor objektif (struktur), yang mencakup pengaruh dinamika sistem penerbitan, perubahan kebijakan dan paradigma pendidikan, serta wacana sosial-budaya yang berkembang dalam konteks pascamodern. Kedua faktor tersebut saling berkaitan secara dinamis dalam karya sastra anak bergambar, yang berfungsi sebagai arena negosiasi nilai, di mana pengarang, pembaca, dan institusi budaya saling berperan dalam membentuk dan menafsirkan makna. Dari sisi konseptual, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian sastra anak dan pengkajian Amerika dengan menunjukkan bahwa karya sastra anak bergambar tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan atau pendidikan moral, melainkan juga sebagai ruang dialektis bagi reproduksi sekaligus transformasi nilai-nilai sosial. Dengan demikian, penelitian ini menumbuhkan keterbukaan pemikiran dan kesadaran kritis terhadap keberadaan kuasa-kuasa simbolik yang bekerja di balik konstruksi wacana mengenai masa kanak-kanak, pendidikan, dan kesejahteraan anak dalam masyarakat Amerika.
This study investigates the values embedded in American picturebooks through the lens of Pierre Bourdieu’s sociological framework for analyzing social phenomena and practices. The research objects were selected by using a purposive sampling method (Glaser & Strauss, 1967/2017) and consist of four American picturebooks: The Very Hungry Caterpillar (Eric Carle), Where the Wild Things Are (Maurice Sendak), The Cat in the Hat (Dr. Seuss), and A Fly Went By (Mike McClintock). The study employs an inductive and qualitative approach based on Creswell’s (2014) research design, integrating theoretical perspectives from literary studies, history, sociology, and American studies. Within Bourdieu’s framework, these works are perceived as part of the broader system of children’s education that functions to reproduce social conditions, including the biases and inequalities embedded within it. The findings reveal that in picturebooks, values are not always presented explicitly but are often fictionalized implicitly through form, narrative, and visual-verbal relations. Traditional and progressive values do not negate one another; rather, they coexist through processes of preservation and negation, which reflect the dynamic interplay between cultural continuity and transformation. The study further shows that these processes of preservation and negation are shaped by the interaction of two primary factors. The first is subjective factors (agency), which encompass the authors’ aesthetic and ideological choices in representing particular values; and the second is objective factors (structure), which include the influence of publishing systems, shifts in educational policies and paradigms, and broader socio-cultural discourses within the postmodern context. These factors interact dynamically within picturebooks, which position them as arenas of value negotiation where authors, readers, and cultural institutions collectively participate in the production and interpretation of meaning. Conceptually, this research contributes to the fields of children’s literature studies and American studies by demonstrating that picturebooks serve not merely as media for entertainment or moral education but as dialectical spaces for the reproduction and transformation of social values. Consequently, the study fosters intellectual openness and critical awareness of the symbolic powers operating behind the construction of discourses on childhood, education, and child welfare in American culture.
Kata Kunci : sastra anak bergambar, nilai, Bourdieu, Pengkajian Amerika, agensi, struktur, pascamodern, fiksionalisasi