Proses Berduka Remaja Pasca Kehilangan Orangtua
Muhammad Wimala Karnadi, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Orangtua mempunyai peran penting dalam memastikan remaja mempunyai perkembangan yang sehat. Jika ada figur orangtua yang meninggal pada masa remaja, maka remaja akan mengalami kedukaan, yaitu merupakan perasaan hampa yang dirasakan setelah mengalami kehilangan besar, misal seperti kehilangan seseorang yang dicintai. Proses berduka adalah rangkaian respons yang disebabkan dengan kedukaan dan akan berdampak negatif jika tidak ditangani. Penelitian ini menelusuri bagaimana remaja yang ditinggalkan orangtua mereka memproses kedukaan mereka. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menangkap bagaimana lima remaja Indonesia memproses kedukaan mereka. Dengan menggunakan analisis tematik, tiga tema besar muncul; keanekaragaman emosi yang dirasakan remaja, perubahan-perubahan dalam kehidupan yang dialami, dan keputusan para remaja untuk membangun kembali kehidupan mereka setelah kematian orangtua mereka. Hasil menunjukkan berbagai cara remaja memproses kedukaan mereka, yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mempelajari kedukaan lebih mendalam di masa yang akan datang.
Parents play a critical role in ensuring a healthy developmental process for adolescents. If any parental figure disappears during this specific period, they will experience grief, which can be described as a feeling of emptiness that a person can experience after a major loss, most commonly by losing a loved one. A grieving process is a series of responses caused by said grief, which, if not approached with care, can affect a person negatively. This study explores how adolescents who lost their parents process their grief. This research utilized a descriptive qualitative approach to capture how five Indonesian adolescents process their grief. A thematic analysis was used and revealed three key themes; the emotional journey that the adolescents experienced, the changes that affected their lives, and the adolescents’ decision to rebuild their life after the loss. The findings suggested the various different ways adolescents process their grief, which can be used to understand more about grief in adolescents in the future.
Kata Kunci : Kedukaan, Proses Berduka, Remaja, Kehilangan Orangtua, Deskriptif Kualitatif