Gambaran Praktik Pelajar SMA Wilayah Sleman dalam Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan, dan Membuang Produk Basic Skincare
Cahya Sofi Kamila, Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.; Dr. apt. Fivy Kurniawati, M.Sc.
2026 | Skripsi | FARMASI
Penggunaan kosmetik, khususnya produk basic skincare, mengalami peningkatan signifikan di kalangan remaja. Namun, tingginya minat terhadap kosmetik seringkali tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai cara mengelola produk secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik pelajar SMA wilayah Sleman dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang produk basic skincare.
Penelitian dilakukan pada pelajar SMA di empat SMA wilayah Sleman, yaitu SMA Negeri 1 Godean, SMA Negeri 1 Sleman, SMA Angkasa Adisucipto, dan SMA Budi Utama selama periode November-Desember 2025. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan praktik responden sesuai konsep Dagusibu.
Hasil penelitian pada 117 responden menunjukkan bahwa pelajar SMA wilayah Sleman memperoleh produk terutama melalui e-commerce (69,2%) dengan sebagian besar responden membutuhkan informasi kandungan produk (86,3%) dan mempertimbangkan kandungan tersebut ketika membeli (76,9%), serta memastikan legalitas produk melalui website cek BPOM (46,2%). Sebelum menggunakan produk, responden umumnya membaca label kemasan (57,3%) dengan memanfaatkan media digital untuk memperoleh informasi cara penggunaannya (78,6%), dan mengikuti aturan pakai sesuai label (75,2%). Sebagian besar responden juga menggunakan media digital sebagai sumber informasi cara penyimpanan produk (76,1%) dengan menyimpan produk sesuai rekomendasi yang tertera pada kemasan (82,9%), tetapi hanya 48,7% yang memperhatikan Period After Opening (PAO). Sementara dalam praktik membuang, mayoritas responden mencari informasi cara membuang dari media digital (72,6%) dengan membuang kemasan setelah produk habis (88,0%) dan menyesuaikan jenis kemasannya (63,2%), tetapi masih terdapat 43,6% yang membuang produk ke tempat sampah biasa tanpa memilah kemasannya. Hasil ini menunjukkan praktik pengelolaan produk basic skincare responden yang beragam sehingga gambaran ini dapat menjadi acuan intervensi dalam upaya edukasi masyarakat agar lebih bijak dalam praktik pengelolaan produk basic skincare.
The use of cosmetics, particularly basic skincare products, has increased significantly among adolescents. However, the high interest in cosmetic products is often not accompanied by adequate understanding of proper product management. This study aimed to describe the practices of senior high school students in the Sleman region regarding obtaining, using, storing, and disposing of basic skincare products.
This study was conducted among senior high school students from four schools in the Sleman region, namely SMA Negeri 1 Godean, SMA Negeri 1 Sleman, SMA Angkasa Adisucipto, and SMA Budi Utama, during the period of November–December 2025. A non-experimental study design with a cross-sectional approach was applied. The sample was determined using convenience sampling. Data were collected using an online questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using descriptive quantitative methods to illustrate respondents’ practices based on the DAGUSIBU concept.
The results from 117 respondents showed that most students obtained skincare products through e-commerce (69,2%). The majority required information regarding product ingredients (86,3%) and considered these ingredients when making purchase decisions (76,9%), as well as checking product legality through the Indonesian National Agency of Drug and Food Control (BPOM) website (46,2%). Prior to product use, respondents generally read product labels (57.3%), utilized digital media to obtain information on proper usage (78,6%), and followed usage instructions as stated on the packaging (75,2%). Most respondents also relied on digital media as a source of information for product storage (76,1%) and stored products according to the recommendations on the packaging (82,9%); however, only 48,7% paid attention to the Period After Opening (PAO). Regarding disposal practices, the majority of respondents sought information on proper disposal methods from digital media (72,6%), disposed of packaging after the product was finished (88,0%), and adjusted disposal practices based on packaging type (63,2%). Nevertheless, 43,6% of respondents still disposed of products in general waste without sorting the packaging. These findings indicate diverse practices in the management of basic skincare products among respondents and may serve as a reference for educational interventions aimed at promoting more informed and responsible skincare product management practices.
Kata Kunci : Dagusibu, skincare, remaja, pelajar SMA, Sleman