Dara Setara sebagai Subkultur Perempuan dalam Ruang Musik Rock
FERA AGUSTIN PUTRI, Dr. Wiwik Sushartami, M.A.
2026 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Penelitian ini mengkaji "Dara Setara", sebuah pertunjukan musik yang digagas FSTVLST sebagai ruang aman bagi perempuan dalam skena musik rock Yogyakarta yang didominasi maskulinitas. Inisiatif ini lahir dari tingginya kasus pelecehan dan minimnya representasi perempuan dalam konser rock. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini menelaah bagaimana perempuan membentuk pengalaman dan praktik kultural mereka dalam ruang tersebut. Analisis menggunakan teori subkultur Hebdige, kritik feminis McRobbie, konsep neo-tribes Bennet, serta gagasan ruang aman dari Martina Low dan bell hooks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dara Setara menciptakan praktik subkultur perempuan melalui simbol dan gaya, terutama penggunaan kebaya sebagai bentuk resistance through style. Selain itu, acara ini memperkuat solidaritas dan memberi ruang partisipasi melalui Pasar Dara Setara. Secara keseluruhan, Dara Setara berfungsi sebagai ruang alternatif yang memungkinkan perempuan mengekspresikan diri secara aman, setara dan kolektif dalam musik rock.
This research examines "Dara Setara", a women-centered music event initiated by FSTVLST to create a safe space within Yogyakarta's male-dominated rock scene. The initiative emerged from concerns about sexual harassment and the limited representation of women in rock concert. Using a qualitative ethnographic approach-combining in-depth interviews and participant observation--the study explores how women construct cultural practices and experiences within this space. The analysis draws on Hebdige's subculture theory, McRobbie's feminist critique, Bennett's neo-tribes concept, and safe space framewoks by Martina Low and bell hooks.
Findings show that Dara Setara generates distinct women's subcultural practices through symbols and style, particulary the use of kebaya as a form of resistance through style. The event also strengthens solidarity and expands participation through Pasar Dara Setara. Overall, Dara Setara functions as an alternative cultural space that enables women to express themselves safely, equally and cellectively within the landscape of rock music.
Kata Kunci : Dara Setara, subkultur perempuan, musik rock, ruang aman, resistensi simbolik, neo-tribes.