Laporkan Masalah

Hubungan Patron - Klien antara Pemuda Pancasila dengan Bobby - Aulia dan Peran Pemuda Pancasila pada Proses Pemilihan Walikota Medan Tahun 2020

Andre Hizkia Doloksaribu, Prof. Dr. Amalinda Savirani, S.IP., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini membahas hubungan patron-klien antara Pemuda Pancasila dan pasangan Bobby Nasution – Aulia Rachman dalam proses Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Medan pada tahun 2020. Di dalam politik lokal Indonesia, organisasi masyarakat (ormas) seperti Pemuda Pancasila tidak lagi sekadar menjadi pendukung. Mereka juga memiliki peran dalam proses mobilisasi massa dan memengaruhi peta dukungan elektoral dengan menggunakan pengaruh yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana relasi patron – klien yang dibentuk oleh Pemuda Pancasila dengan pasangan calon Bobby - Aulia dalam kontestasi politik Walikota Kota Medan 2020?   

Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan data diperoleh melalui studi literatur, data sekunder, dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara Bobby dan Pemuda Pancasila bersifat terstruktur dan berlangsung atas dasar pertukaran kepentingan. Pemuda Pancasila terlibat dalam mobilisasi, pengamanan kampanye, serta distribusi logistik politik. Dukungan itu bukan sekadar bentuk loyalitas, tapi merupakan bagian dari relasi timbal balik yang saling menguntungkan.
Hubungan ini juga ditunjukkan dengan adanya deklarasi dan pakta integritas, yang turut memperkuat posisi elektabilitas di masyarakat. Dalam konteks ini, Pemuda Pancasila menunjukkan transformasi dari ormas biasa menjadi kekuatan politik lokal dengan pengaruh nyata dan sangat besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi patron-klien tidak hanya bersifat pragmatis dan elektoral, tetapi telah menjadi bagian dari sistem kekuasaan informal yang berkelanjutan di tingkat lokal.

This study examines the patron–client relationship between Pemuda Pancasila and the candidate pair Bobby Nasution and Aulia Rachman in the 2020 Medan mayoral election. In the context of local politics in Indonesia, mass organizations (organisasi masyarakat or ormas) such as Pemuda Pancasila no longer function merely as passive supporters. They also play an active role in mass mobilization and in shaping electoral support through the influence they possess. This research aims to answer how the patron–client relationship between Pemuda Pancasila and the Bobby–Aulia candidate pair was formed during the 2020 Medan mayoral contest.


The study employs a qualitative approach, with data collected through literature review, secondary data analysis, and interviews. The findings indicate that the relationship between Bobby Nasution and Pemuda Pancasila was structured and based on an exchange of interests. Pemuda Pancasila was involved in voter mobilization, campaign security, and the distribution of political logistics. This support was not merely an expression of loyalty, but part of a reciprocal relationship that benefited both parties.

This relationship was further demonstrated through declarations of support and the signing of integrity pacts, which helped strengthen electoral viability within the community. In this context, Pemuda Pancasila illustrates a transformation from a conventional mass organization into a local political force with significant and tangible influence. The study concludes that the patron–client relationship was not only pragmatic and electoral in nature, but has become an integral part of a sustainable informal power system at the local level.

Kata Kunci : Pemuda Pancasila, patron-klien, politik lokal, Pilwalkot Medan, klientelisme, mobilisasi politik

  1. S1-2025-478255-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478255-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478255-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478255-title.pdf