HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN KARBOHIDRAT SEDERHANA DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA PASIEN POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) DI YOGYAKARTA
Fidella, Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD., Ph.D; dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH, Sp.OG
2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
merupakan gangguan endokrin pada sistem reproduksi wanita dengan prevalensi
yang terus meningkat. Salah satu gejala dari PCOS adalah ketidakteraturan
siklus menstruasi yang memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita. Intervensi
diet memainkan peran penting, khususnya asupan serat dan karbohidrat sederhana
yang berkaitan dengan kondisi resistensi insulin dan hiperandrogenisme pada
PCOS.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan serat
dan karbohidrat sederhana dengan siklus menstruasi pada pasien PCOS di
Yogyakarta
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
primer dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional pada
88 subjek pasien PCOS di RSUP Dr. Sardjito, RSKIA Sadewa, dan Komunitas PCOS Fighter
Indonesia di wilayah Yogyakarta. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov
Smirnov-Z. Data dianalisis menggunakan Mann-Whitney U Test,
Kruskall-Wallis, Chi-Square, dan Spearman’s Rank Correlation.
Hasil: Rata-rata asupan serat pada subjek
penelitian sebesar 15,77±8,62 gram/hari dan asupan karbohidrat sederhana
56,41±33,24 gram/hari. Mayoritas subjek penelitian memiliki frekuensi
menstruasi tidak normal (67%), durasi normal (84,1%), setengah subjek memiliki
siklus tidak reguler (47,7%), dan sebagian besar memiliki siklus menstruasi
secara keseluruhan tidak normal (71,6%). Uji korelasi menemukan asupan
kabohidrat sederhana memiliki hubungan signifikan dengan frekuensi (r = 0,275;
p = 0,010), regularitas (r = 0,213; p = 0,046), dan siklus menstruasi
keseluruhan (r = 0,294; p = 0,005) dengan cut-off point 50 gram/hari.
Asupan serat tidak memiliki hubungan signifikan dengan frekuensi (r = -0,140; p
= 0,192), durasi (r = -0,051; p = 0,635), regularitas (r = -0,064; p = 0,551),
dan siklus menstruasi keseluruhan (r = -0,082; p = 0,448).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan
antara asupan karbohidrat sederhana dengan siklus menstruasi dan tidak terdapat
hubungan yang signifikan secara statistik antara asupan serat dengan siklus
menstruasi pada pasien PCOS di Yogyakarta.
Background:
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is an endocrine disorder of the female
reproductive system with an increasing prevalence. One of the symptoms of PCOS
is irregular menstrual cycles, which affect female fertility and reproductive
health. Dietary interventions play an important role, particularly fiber and
simple carbohydrate intake, which are related to insulin resistance and
hyperandrogenism in PCOS.
Objective:
This study aimed to determine the association between fiber and simple
carbohydrate intake and menstrual cycles in PCOS patients in Yogyakarta.
Methods:
This was a primary study with an observational analytical approach and
cross-sectional design involving 88 PCOS patients at RSUP Dr. Sardjito, RSKIA
Sadewa, and PCOS Fighter Community in Yogyakarta area. Data normality was
tested using the Kolmogorov Smirnov-Z test. Data were analyzed using the
Mann-Whitney U Test, Kruskall-Wallis, Chi-Square, and Spearman's Rank
Correlation.
Results:
The average fiber intake in the study subjects was 15.77±8.62 grams/day and
simple carbohydrate intake was 56.41±33.24 grams/day. The majority of research
subjects had abnormal menstrual frequency (67%), normal duration (84.1%), half
of the subjects had irregular cycles (47.7%), and most had abnormal menstrual
cycles overall (71.6%). The correlation test found that simple carbohydrate
intake had a significant association with frequency (r = 0.275; p = 0.010),
regularity (r = 0.213; p = 0.046), and overall menstrual cycle (r = 0.294; p =
0.005) with a cut-off point of 50 grams/day. Fiber intake had no significant association
with frequency (r = -0.140; p = 0.192), duration (r = -0.051; p = 0.635), regularity
(r = -0.064; p = 0.551), and overall menstrual cycle (r = -0.082; p = 0.448).
Conclusion:
There is a significant association between simple carbohydrate intake and
menstrual cycle, while no statistically significant association is found
between fiber intake and menstrual cycle among PCOS patients in Yogyakarta.
Kata Kunci : asupan karbohidrat sederhana, asupan serat, PCOS, siklus menstruasi