Konstruksi keberpihakan Al Jazeera Arabic, i24News Arabic, dan SKY News Arabia dalam konflik Palestina-Israel peristiwa Tufan Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, sebuah pendekatan Framing
Rahmat Hidayat, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Konflik Palestina-Israel yang meletus pada 7 Oktober 2023 melalui
peristiwa Tufan Al-Aqsa memicu perhatian global, diberitakan secara
masif, dan dikonstruksikan secara berbeda oleh media internasional, khususnya
media berbahasa Arab. Karena itu, analisis framing menjadi penting untuk dikaji
guna memahami bagaimana media membangun wacana dan memengaruhi audiens.
Penelitian ini mengkaji bagaimana Al Jazeera Arabic, i24News Arabic, dan
Sky News Arabia membingkai peristiwa 7 Oktober 2023, bagaimana posisi ketiga
media terhadap Palestina dan Israel, dan bagaimana wacana yang dibangun
diterima, dinegosiasi, atau ditolak oleh pembaca melalui komentar pada unggahan
Instagram ketiga media. Data diolah mengunakan pendekatan korpus melalui
AntConc 3.5.9. Analisis data dilakukan dengan kerangka utama Analisis Wacana
Kritis Fairclough (2010) yang dipadukan dengan teori framing Entman (2009) dan resepsi Hall (2005). Sumber data meliputi teks-teks
berita dari website resmi ketiga media dan komentar pembaca pada unggahan
Instagram masing-masing media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Al Jazeera Arabic membingkai
peristiwa 7 Oktober sebagai perlawanan, menampilkan Hamas sebagai pahlawan,
Israel sebagai penjajah, dan rakyat Palestina sebagai korban penjajahan dengan
penggunaan kata syahid. Sebaliknya, i24News Arabic membingkai
peristiwa 7 Oktober 2023 sebagai tindakan terorisme dengan menampilkan Hamas
sebagai teroris, militer Israel sebagai pelindung, dan warga Israel sebagai
korban terorisme melalui penggunaan kata sandera dan gugur. Sementara itu, Sky News Arabia menerapkan
standar ganda dengan membingkai peristiwa tersebut sebagai serangan Hamas
sekaligus aksi terorisme, menampilkan Hamas sebagai pejuang sekaligus teroris,
Israel dengan sebagai militer resmi, rakyat palestina sebagai korban serangan
balasan dan warga Israel sebagai korban terorisme. (2) Ideologi ketiga media beragam, Al Jazeera
Arabic menunjukkan kecenderungan pro-Palestina dengan menampilkan citra
positif Hamas dan Palestina. i24News Arabic menunjukan kecenderungan
pro-Israel dengan menampilkan citra positif Israel. Adapun Sky News Arabia
menunjukkan kecenderungan semi-netral, namun cenderung ke Israel, dengan
menampilkan Hamas sebagai akar utama konflik Palestina–Israel. (3) Respon audiens menunjukkan bahwa pembaca Al
Jazeera Arabic cenderung menerima wacana media, pembaca i24News Arabic
lebih banyak menolak wacana tersebut, sementara audiens Sky News Arabia
berada pada posisi negosiasi. Penelitian ini berkontribusi dengan
mengintegrasikan pendekatan korpus, Analisis Wacana Kritis, framing, dan
resepsi pada tiga media berbahasa Arab yang masih minim dikaji secara
bersamaan, terutama i24News Arabic yang merupakan media Israel. Temuan
ini menunjukkan bahwa pengaruh media berbahasa Arab berperan kuat dalam
membentuk persepsi publik Arab dan Muslim yang umumnya lebih mendukung
Palestina dan mengecam Israel dalam konflik 7 Oktober 2023.
The Palestinian-Israeli conflict that erupted on
October 7, 2023, through the Tufan Al-Aqsa events
attracted global attention and was reported extensively and constructed
differently by international media, particularly Arabic-language media.
Therefore, framing analysis is important to understand how media construct
discourse and how such constructions influence audiences. This study examines
how Al Jazeera Arabic, i24News Arabic, and Sky News Arabia
framed the events of October 7, 2023, the position of each media outlet toward
Palestine and Israel, and how the constructed discourse was received,
negotiated, or rejected by readers through comments on the media’s Instagram
posts. The data were processed using a corpus-based approach with AntConc
3.5.9. The analysis was conducted using Fairclough’s Critical Discourse
Analysis framework (2010), combined with Entman’s framing theory (2009) and
Hall’s reception theory (2005). The data sources consisted of news texts from
the official websites of the three media outlets and reader comments on their
respective Instagram posts. The findings show that (1) Al Jazeera Arabic
framed the October 7 events as resistance, portraying Hamas as heroes, Israel
as an occupier, and Palestinians as victims of occupation through the use of
the term syahid. In contrast, i24News Arabic framed the events as
terrorism by portraying Hamas as terrorists, the Israeli military as
protectors, and Israeli civilians as victims of terrorism through the use of
terms such as hostages and fallen. Meanwhile, Sky News Arabia
applied a double framing strategy by representing the events as both a Hamas
attack and an act of terrorism, portraying Hamas as both fighters and
terrorists, representing Israel as an official state military, Palestinians as
victims of retaliatory attacks, and Israeli civilians as victims of terrorism.
(2) These differences in framing reflect diverse ideological tendencies among
the three media outlets. Al Jazeera Arabic demonstrates a
pro-Palestinian orientation by constructing positive representations of Hamas
and Palestine, while i24News Arabic shows a pro-Israeli orientation by
constructing positive representations of Israel. Sky News Arabia adopts
a semi-neutral position but tends to lean toward Israel by representing Hamas
as the primary root of the Palestinian–Israeli conflict.(3) Audience responses
indicate that Al Jazeera Arabic readers tend to accept the media
discourse, i24News Arabic readers are more likely to reject it, while Sky
News Arabia audiences occupy a negotiated position.This study contributes
by integrating corpus linguistics, critical discourse analysis, framing, and
reception approaches in an examination of three Arabic-language media outlets
that have rarely been studied together, particularly i24News Arabic as
an Israeli-based media outlet. The findings demonstrate that Arabic-language
media play a strong role in shaping the perceptions of Arab and Muslim
audiences, who tend to show stronger support for Palestine in the context of
the October 7, 2023 conflict.
Kata Kunci : Framing Media, Analisis Wacana Kritis, Tufan Al-Aqsa 7 Oktober 2023, Al Jazeera Arabic i24News Arabic Sky News Arabia, Resepsi Audiens