Studi Eksperimen dan Numerik Performa Aerodinamika Turbin Angin Sumbu Horizontal Radius 1 m pada Kecepatan Angin Rendah
Eduardus Nathaniel Aruna Yustiyanto, Ir. Muhammad Agung Bramantya, S.T., MT., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2026 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Permintaan konsumsi energi terus
meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir seiring dengan
perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Ketergantungan
terhadap energi fosil mendorong peningkatan emisi gas rumah kaca, yang berkontribusi
terhadap berbagai permasalahan lingkungan global. Salah satu solusi untuk
mengatasi hal ini adalah pemanfaatan energi terbarukan, seperti energi angin.
Di Indonesia, pengembangan energi angin masih tergolong minim, padahal
potensinya cukup besar, terutama di wilayah 3T yang memiliki akses terbatas
terhadap energi konvensional. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya
kecepatan angin di wilayah tersebut, sehingga dibutuhkan teknologi turbin angin
skala kecil yang efisien dan mampu bekerja pada kondisi angin rendah. Salah
satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui pemilihan desain bilah turbin
yang tepat berdasarkan analisis aerodinamis, baik secara eksperimental maupun
simulasi.
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performa turbin angin sumbu
horizontal skala kecil dengan bilah tipe airfoil SG6043 pada kecepatan
angin rendah. Airfoil SG6043 dipilih berdasarkan hasil penelitian
numerik sebelumnya yang menunjukkan performa aerodinamis unggul pada kondisi
kecepatan rendah. Penelitian dilakukan melalui dua metode, yaitu eksperimen
langsung di Pantai Baru, Bantul, dan simulasi numerik berbasis Computational
Fluid Dynamics (CFD) menggunakan perangkat lunak Ansys Fluent 2023 R1.
Kedua pendekatan ini menggunakan bilah airfoil SG6043 dan bilah bawaan
generator sebagai variasi pembanding. Eksperimen dilakukan untuk memperoleh
data daya mekanik aktual pada kondisi angin riil di lapangan, sementara
simulasi numerik difokuskan untuk menganalisis distribusi tekanan, aliran
kecepatan, dan estimasi daya mekanik turbin. Simulasi CFD dilakukan dengan dua
pendekatan, yaitu Full Blade Domain (FBD) dan Single Blade Domain
(SBD), guna membandingkan hasil dari masing-masing metode
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa bilah bawaan generator menghasilkan
daya yang lebih tinggi secara konsisten dibanding bilah dengan tipe airfoil SG6043
pada setiap variasi kecepatan angin. Namun, hasil simulasi menunjukkan hal
sebaliknya, di mana bilah dengan tipe airfoil SG6043 menghasilkan daya mekanik
yang lebih besar, baik melalui pendekatan FBD maupun SBD. Perbedaan ini
disebabkan oleh generator dan sistem turbin yang kemungkinan telah dioptimalkan
untuk bekerja dengan bilah bawaannya, sehingga desain airfoil SG6043 tidak
menunjukkan performa optimal dalam konfigurasi tersebut.
The demand for energy consumption
has significantly increased over the past decades due to rapid technological
advancements and economic growth. Dependence on fossil fuels has led to a rise
in greenhouse gas emissions, contributing to various global environmental
issues. One of the solutions to address this challenge is the utilization of
renewable energy sources, such as wind energy. In Indonesia, wind energy
development remains limited, despite its considerable potential—especially in
3T regions with limited access to conventional energy sources. A major obstacle
in these areas is the low wind speed, which necessitates the development of
efficient small-scale wind turbines capable of operating under low-wind
conditions. One strategy to overcome this is the selection of optimal blade
designs based on aerodynamic analysis, both experimentally and through
simulations.
This study aims to evaluate the
performance of a small-scale horizontal-axis wind turbine using SG6043 airfoil
blades under low wind speed conditions. The SG6043 airfoil was chosen based on
previous numerical studies indicating its superior aerodynamic performance at
low wind speeds. The research was conducted using two methods: field
experiments at Pantai Baru, Bantul, and numerical simulations using
Computational Fluid Dynamics (CFD) with Ansys Fluent 2023 R1. Both approaches
utilized SG6043 blades and the generator’s original blades as a comparative
variation. The experiments were carried out to obtain actual mechanical power
data under real wind conditions, while the simulations focused on analyzing
pressure distribution, velocity flow, and estimating mechanical power output.
The CFD simulations employed two approaches—Full Blade Domain (FBD) and Single
Blade Domain (SBD)—to compare the outcomes of each method.
The experimental results showed
that the generator’s original blades consistently produced higher mechanical
power than the SG6043 airfoil blades at all wind speed variations. However, the
simulation results demonstrated the opposite: the SG6043 airfoil blades
generated higher mechanical power in both FBD and SBD approaches. This
discrepancy is likely due to the generator and turbine system being optimized
for use with the original blades, resulting in suboptimal performance of the
SG6043 blades in the existing configuration.
Kata Kunci : Turbin Angin Sumbu Horizontal, Airfoil SG6043, Simulasi CFD, Eksperimental, Kecepatan Angin Rendah