Laporkan Masalah

Perubahan penggunaan lahan di kota Magelang dari tahun 1991-2001

L. Manditya Hari C., Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Magelang merupakan kota transit dengan adanya jalur jalan penghubung antar kota. Kota Magelang ini dilalui oleh jalan penghubung antar kota diantaranya seperti Semarang, Yogyakarta, Purworejo dan Wonosobo. Hal ini menjadikan Kota Magelang mengalami perkembangan yang pesat sehingga menyebabkan kebutuhan lahan untuk berbagai fungsi perkotaan meningkat. Kebutuhan lahan untuk memenuhi fungsi perkotaan telah menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan di Kota Magelang dari tahun 1991-2001. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Magelang yang terdiri dari 14 kelurahan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perubahan bentuk dan fungsi penggunaan lahan, distribusi keruangan yang terjadi, besarnya luas perubahan, orientasi perubahan penggunaan lahan, pengaruh perubahan jumlah anggota rumah tangga penduduk terhadap perubahan penggunaan lahan, pengaruh aksesibilitas terhadap perubahan penggunaan lahan yang diukur dari panjang jalan, besarnya penyimpangan praktek penggunaan lahan terhadap rencana tata ruang wilayah kota, dan implikasi perubahan penggunaan lahan pada kebijaksanaan pengembangan wilayah. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dan metode survei untuk mengetahui gambaran orientasi perubahan penggunaan lahan. Data data sekunder diperoleh dari berbagai instansi yang berhubungan dengan penelitian yaitu kantor statistik, Bappeda, DPU, dan BPN. Dalam metode survei teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling. Untuk pencapaian tujuan penelitian tersebut digunakan metode overlay, analisis tabel frekuensi, tabel silang dan korelasi Product Moment dengan menggunakan komputer dengan software Arc View 3.2 dan SPSS 11, 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan cenderung menjauhi pusat kota baik di Kecamatan Magelang Utara maupun di Kecamatan Magelang Selatan. Perubahan penggunaan lahan terbesar di Kecamatan Magelang Utara terdapat di kelurahan Kramat sedangkan di Kecamatan Magelang Selatan terdapat di kelurahan Tidar. Orientasi perubahan penggunaan lahan yang dilakukan dipengaruhi oleh siapakah pelaku perubahan tersebut, tingkat ekonomi yang dimilikinya serta jenis perubahan penggunaan lahan yang dilakukan. Perubahan penggunaan lahan dari tahun 1991 2001 yang terjadi di Kota Magelang ini dipengaruhi oleh perubahan jumlah anggota rumah tangga penduduk, faktor aksesibilitas yang meliputi jarak lahan terhadap pusat kota, jarak lahan terhadap jalan utama, jarak lahan terhadap pasar. jarak lahan terhadap swalayan, jarak lahan terhadap rumah sakit, dan jarak lahan terhadap perguruan tinggi. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi di daerah penelitian tidak sepenuhnya sesuai dengan rencana tata ruang yang ditetapkan pemerintah. Penyimpangan penggunaan lahan terbesar di Kecamatan Magelang Utara terdapat di Kelurahan Kramat sedangkan di Kecamatan Magelang Selatan terdapat di kelurahan Tidar. Penyimpangan ini disebabkan oleh banyak hal seperti ketidaktahuan masyarakat mengenai rencana rencana pemanfaatan lahan yang telah ditetapkan, kurang tegaknya hukum tentang tata ruang kota, para penentu kebijakan kurang memperhatikan pola dan gaya hidup masyarakat didaerah penelitian, kurang adanya koordinasi yang baik antara instansi pemerintah dalam mengembangkan kotanya dan tuntutan kebutuhan yang terus menerus meningkat sehingga memaksa penduduk untuk mengusahakan lahannya tanpa memperhatikan nitai, status dan arti penting lahan bagi lingkungan sekitarnya.

Magelang City is a transit city. There are many inter city roads in it such as roads to Semarang, Yogyakarta, Purworejo and Wonosobo. These situations make Magelang city develop faster and faster and the need of the land for various city functions become to increase. The need of land for fulfilling the city functions create the changing of landuse in Magelang from the year 1991 2001. The survey is done throughout Magelang City covered 14 Kelurahan. The aim of the survey among other to know the change of landform and their functions, spacial distribution, orientation of the landuse, influences to the member of the inhabitants, acceptibility of the inhabitants and their implications to the area development. - Second data analysis method and survey method are used in this survey to know the orientations of the land changes. The second data are taken from varies institutions such as statistics institutions, Bappeda, DPU and BPN. Stratified random sampling is used in this survey. While for achieving the aim of using overlay method, frequency table analysis, cross table and Product Moment Correlations and using computer software Arc View 3. 2 and SPSS 11, 5. The survey result show us that the changing of landuse happened in places far from the central city such as at North Magelang and South Magelang. Kelurahan Tidar in South Magelang and Kelurahan Kramat in North Magelang are two kelurahans which change signifintly in their landuse. The orientations of the changing of the landuse is influenced by whom the changing of landused is made, degree of the economic power they own and kind of landuse. The changing of landuse in Magelang in the year 1991 2001 is very influnced by the member of the inhabitants household, accesibility factors covered distance to the central of the city, distance to the main road, distance to the market, distance to the mall, distance to the hospitals, and distance to the university. The changing of landuse in survey area is not suitable with the spatial planing made by local government for examples in Kelurahan Kramat in North Magelang and Kelurahan Tidar in South Magelang. There are many members of society who don't know city planing in landuse made by government and the weakness of law enforcement caused them to manage the land unsatisfy. The lack of good coordination among the government of Kelurahan, Kecamatan and city caused the landuse management in Magelang is not quite good so that the peoples use their land without concidering the value, the status and meaning of their land and their environtmenst.

Kata Kunci : Lahan kota,Perubahan penggunaan lahan,Magelang,Jawa Tengah

  1. S1-2005-140406-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-140406-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140406-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-140406-Title.pdf