Laporkan Masalah

HUBUNGAN PARASOSIAL PENGGEMAR DENGAN VTUBER: KAJIAN PARASOCIAL RELATIONSHIP DI KOMUNITAS VTUBER JEPANG

Nadia Ayu Berliana, Dr. Robi Wibowo, S.S., M.A

2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Penelitian ini membahas mengenai hubungan parasosial yang terbentuk antara VTuber dengan penggemar dalam komunitas VTuber Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk interaksi, dinamika hubungan, serta dampak dari hubungan parasosial yang terjalin antara penggemar dengan VTuber. Teori interaksi parasosial Horton dan Wohl (1956) digunakan sebagai kerangka untuk menganalisis bagaimana ikatan emosional tersebut terbentuk melalui media digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa komentar, unggahan media sosial, serta interaksi di platform YouTube dan X (Twitter), yang kemudian dianalisis dengan mengacu pada teori dan literatur pendukung yang relevan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan parasosial dalam komunitas VTuber Jepang terbentuk melalui interaksi digital yang intens dan berkelanjutan. Penggemar tidak hanya berperan sebagai konsumen pasif, tetapi juga terlibat aktif melalui komentar, superchat, dan keanggotaan (membership), yang menciptakan ilusi kedekatan dan keterikatan emosional dengan figur virtual. Dinamika hubungan ini memperlihatkan pola komunikasi satu arah yang menumbuhkan rasa kedekatan psikologis, di mana VTuber berperan sebagai figur media yang memediasi ekspresi emosi penggemar. Dampaknya bersifat ganda: secara positif, hubungan ini memberikan hiburan, motivasi, dan dukungan emosional, sedangkan secara negatif dapat menimbulkan ketergantungan, kekecewaan, serta perasaan kehilangan ketika figur VTuber tidak memenuhi ekspektasi penggemar. Dengan demikian, fenomena ini menggambarkan bagaimana media digital telah membentuk cara baru manusia menjalin relasi emosional di era teknologi modern.

This study examines the parasocial relationships formed between VTubers and fans within the Japanese VTuber community. The aim of this research is to describe the forms of interaction, the dynamics of one-sided relationships, and the impacts arising from these parasocial bonds between fans and VTubers. Horton and Wohl’s (1956) theory of parasocial interaction is employed as the analytical framework to explore how emotional attachments are developed through digital media. This study uses a qualitative descriptive method with data drawn from YouTube and X (Twitter), including comments, social media posts, and real-time interactions, which are analyzed based on relevant theoretical and literature references.

The results indicate that parasocial relationships in the Japanese VTuber community are built through sustained and intensive digital interactions. Fans are not merely passive consumers but actively participate through comments, superchats, and memberships, which foster a sense of intimacy and emotional attachment with virtual figures. The dynamics of these relationships reveal one-sided communication patterns that create psychological closeness, with VTubers functioning as media figures who mediate emotional expression among fans. The effects of this phenomenon are twofold: positively, it provides entertainment, motivation, and emotional support; negatively, it may lead to emotional dependency, disappointment, and feelings of loss when the VTuber fails to meet fan expectations. Thus, this study illustrates how digital media has reshaped the ways humans build emotional connections in the modern technological era.

Kata Kunci : Hubungan parasosial, VTuber, penggemar, komunitas digital, budaya populer Jepang.

  1. S1-2026-479873-abstract.pdf  
  2. S1-2026-479873-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-479873-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-479873-title.pdf