Model evaluasi pendengar radio siaran swasta menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Kasus provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Intan Permata Sari, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Barandi Sapta Widartono, S.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji daerah layanan dari stasiun radio siaran yaitu Radio Swaragama FM dan Radio Q Plus FM serta menyadap informasi jumlah penduduk yang menjadi pendengar potensial. Penelitian ini menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis untuk menentukan besarnya daerah layanan Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data fisik, data sosial ekonomi dan data teknis. Data fisik meliputi penggunaan lahan dan data ketinggian. Data sosial ekonomi merupakan data atribut untuk peta administrasi, yaitu meliputi data jumlah penduduk dari segi usia dan tingkat pendidikan, serta data teknis meliputi data tinggi tower antena, jarak pancar maksimal, kekuatan pemancar serta frekuensi. Data penggunaan lahan didapatkan dari interpretasi foto udara, data ketinggian didapatkan dari peta garis kontur. Data jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan dan usia digunakan untuk data atribut dari daerah layanan yang didapatkan. Data teknis yang digunakan merupakan data spesifikasi teknis radio yang diperoleh dari Radio Q Plus FM dan Radio Swaragama FM tahun 2004. Besarnya daerah layanan didapatkan dari hasil pemodelan dengan menggunakan model saling tampak yang kemudian dilakukan pengecekan lapangan untuk mendapatkan daerah layanan yang dapat menerima siaran radio Swaragama FM dan Q Plus FM dengan jelas. Tingkat kepercayaan sebesar 70%, dengan asumsi tidak ada pengaruh jenis penggunaan lahan terhadap kualitas siaran radio.
This research is aimed to study the coverage areas of the public radio stations, which are Q Plus FM and Swaragama FM, and find out information about the number of people that are potential audiences. This research is using the Geographic Information System (GIS) to find out the coverage areas. The data used in this research are physical data, social-economic data and the technical data. Physical data include the land use and topography data. Social-economic data include an attribute to the administration map, which covers the population data regarding to their age and education levels, and technical data cover the height of the antenna, the maximum radius of coverage, output power of transmission. The land use data is obtained from aerial photo interpretation, while the altitude data convinced from the lines of the contour map. The population data regarding to their age and educational levels are used for data attributes from the served areas that has been collected. Technical data used in technical specification data obtained from Q Plus FM and Swaragama FM in 2004. The coverage areas obtained from the result of modelling using view shed modelling which are then checked in the field to get the coverage areas that can receive the radio transmission of Q Plus FM and Swaragama FM clearly. The results indicate that from the viewshed modelling Q Plus FM. The belief rank equal to 70%, with assumption that land use type does not influence the radio broadcast quality
Kata Kunci : Pendengar radio siaran swasta,Penginderaan jauh,Sistem informasi geografis,DIY