Laporkan Masalah

Strategi Penyuluhan Agama Islam untuk Memperkuat Konsistensi Iman Mualaf Masyarakat Adat Suku Dayak Meratus di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Gusti Yasser Arafat, Prof. Ir.Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.,; Dr. Ir. H. Roso Witjaksono, M.S.

2025 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Disertasi dengan judul ‘Strategi Penyuluhan Agama Islam untuk Memperkuat Konsistensi Iman Mualaf Masyarakat Adat Suku Dayak Meratus Di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan’ ini mempunyai tujuan penelitian: 1) Mendeskripsikan dan mengeksplorasi latar belakang sosial budaya etnis masyarakat adat suku Dayak Meratus itu sebagai target dakwah; 2) Mendeskripsikan dan mengeksplorasi bentuk ketidakkonsistenan iman dan alasannya para mualaf masyarakat adat suku Dayak Meratus; 3) Menganalisis strategi penyuluhan agama Islam/dakwah yang dilakukan oleh para penyuluh atau dai pada mualaf masyarakat adat suku Dayak di Pegunungan Meratus.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan spesifikasi mikro etnografi yang maknanya berusaha menggambarkan secara emic kebudayaan masyarakat adat suku Dayak Meratus sebagai sasaran penyuluhan / mad’u dengan mengambil bagian-bagian atau unsur-unsur dari kebudayaan tersebut yang berhubungan dengan kegiatan penyuluhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif investigatif. Sesuai dengan kaidah sebuah penelitian kualitatif, maka pengumpulan datanya adalah dengan: 1) Immerse observation (observer as participant); 2) Wawancara mendalam atau in-depth interview; 3) Focus Group Disscusion/FGD; 4) Dokumen. Penelitian ini menggunakan analisi data model Miles dan Hubberman yang terdiri atas: 1) Data collection; 2) Data reduction; 3) Data display; 4) Verification. Keabsahan datanya menggunakan  1) Validitas eksternal (Kredibilitas), dengan komponen-komponen: kecukupan waktu penelitian lapangan, triangulasi, analisis kasus negatif, member check, referensi, teman sejawat atau ahli; 2) Tranferabilitas; 3) Dependabilitas; 4) Konfirmabilitas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program kegiatan penyuluhan agama Islam para mualaf masyarakat adat suku Dayak Meratus yang diselenggarakan oleh empat unsur yakni dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, Lembaga Pendidikan Islam, dan swadaya komunitas keagamaan Islam majelis taklim Qalbin Salim menemui berbagai kendala dan hambatan mulai dari kendala teknis (jarak, akomodasi, sarana dan prasarana) hingga permasalahan sosial ekonomi dan budaya yang menyebabkan hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan penyuluhan agama Islam ini tidak maksimal.

The dissertation titled ‘Islamic Religious Extension Strategies to Strengthen The Consistency of  Faith among Dayak Meratus Indigenous Converts in Loksado Subdistrict, Hulu Sungai Selatan Regency’ aims to address the following research objectives: 1) To describe and explore the socio-cultural background of the Dayak Meratus indigenous community as a target for da'wah; 2) To describe and explore the forms of faith inconsistency and the reasons for the inconsistencies among the Muslim converts in the Dayak Meratus indigenous community; 3) To analyze the strategies of Islamic religious counseling/da'wah conducted by counselors or preachers towards Muslim converts in the Dayak community in the Meratus Mountains.

The research method used in this study employs an ethnographic approach, specifically micro-ethnography, which aims to depict the culture of the Dayak Meratus indigenous community as an emic perspective target of counseling/mad’u, by examining parts or elements of that culture related to counseling activities. This type of research is qualitative-investigative. According to qualitative research principles, data collection involves: 1) Immersive observation (observer as participant); 2) In-depth interviews; 3) Focus Group Discussions/FGD; 4) Documentation. This research uses the Miles and Huberman data analysis model, which consists of: 1) Data collection; 2) Data reduction; 3) Data display; 4) Verification. The validity of the data is ensured through: 1) External validity (Credibility), with components such as sufficient field research time, triangulation, negative case analysis, member checks, references, peer or expert reviews; 2) Transferability; 3) Dependability; 4) Confirmability.

The results of this study indicate that the implementation of the Islamic religious counseling program for Muslim converts in the Dayak Meratus community, organized by four elements: the Ministry of Religious Affairs, the Indonesian Ulama Council, Islamic Educational Institutions, and community-based Islamic teaching groups, has encountered various challenges and obstacles, ranging from technical issues (distance, accommodation, facilities and infrastructure) to socio-economic and cultural problems, which have prevented the desired outcomes of the Islamic religious counseling activities from being fully achieved.

Kata Kunci : Strategi, penyuluhan, Islam, mualaf, Dayak

  1. S3-2025-450516-abstract.pdf  
  2. S3-2025-450516-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-450516-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-450516-title.pdf