Makna Sadranan Petilasan Di Dusun Kopen Dalam Perspektif Teori Bentuk Simbol Ernst Cassirer
Reni Ernawati, Dr. Dra Sartini, M.Hum. ; Fitri Alfariz, S.Fil., M.Phil.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian ini berjudul Makna Sadranan Petilasan Di Dusun Kopen Dalam Perspektif Teori Bentuk Simbol Ernst Cassirer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat Dusun Kopen yang menghasilkan simbol-simbol berbentuk Sadranan Petilasan, akan tetapi, masyarakat Dusun Kopen tidak memahami makna simbol-simbol yang terdapat dalam Sadranan Petilasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis latar belakang historis, serta makna budaya tradisi Sadranan Petilasan di Dusun Kopen, mendeskripsikan mengenai-bentuk-bentuk simbol dalam tradisi Sadranan Petilasan, serta menganalisis simbol dalam Sadranan Petilasan di Dusun Kopen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif filosofis. Adapun unsur metodis filosofis yang digunakan yakni deskripsi, interpretasi, koherensi, dan refleksi kritis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, Tradisi Sadranan Petilasan Dusun Kopen merupakan tradisi yang berakar pada keyakinan untuk menghormati leluhur dan menjaga keseimbangan manusia, alam, dan Tuhan. Sadranan Petilasan di Dusun Kopen dimaknai sebagai tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar warga Dusun Kopen. Kedua, Sadranan Petilasan di Dusun Kopen sarat simbol spiritual dan kultural yang menghubungkan warga dengan alam, sesama, leluhur, dan Tuhan. Simbol-simbol tersebut mencakup mitos, seni, bahasa, religi, dan pengetahuan, berfungsi sebagai pedoman hidup dan pengikat identitas. Ketiga, Sadranan Petilasan di Dusun Kopen mengandung unsur-unsur simbolik yang menghubungkan warga Dusun Kopen dengan alam, warga Dusun Kopen yang satu dengan warga Dusun Kopen yang lain, warga Dusun Kopen dengan roh leluhur, dan warga Dusun Kopen dengan Tuhan, simbol yang dihasilkan berupa simbol ekspresif dan konseptual. MasyarakaT Dusun Kopen membentuk simbol-simbol yang digunakan sebagai pengembangan hidup bermasyarakat, seperti gotong royong dalam acara bersih desa, dan peningkatan nilai-nilai spiritualitas dalam tradisi Sadranan Petilasan.
This study is titled "The Meaning of Sadranan Petilasan in Kopen Hamlet from the Perspective of Ernst Cassirer's Theory of Symbolic Forms". It is motivated by the fact that the people of Kopen Hamlet produce symbolic embodied in the Sadranan Petilasan tradition, yet they do not fully understand the meanings of those symbols. The research aim tos to describe and analyze the historical background and cultural significance of the Sadranan Petilasan tradition in Kopen Hamlet, Temanggung. To identify the various symbolic forms within the tradition, and ti examine how these symbols function in thr community.
The study employs a qualitative descriptive approach with a philosophical perspective, using the philosophical methods of description, interpretatition, coherence, and critical reflection.
The findings reveal that; First, the Sadranan Petilasan tradition in Kopen Hamlet is rooted in the belief of honorting anectors and maintaing harmony among humans, nature, and God. It is understood as a hereditary practice intended so strengthen social bonds among resident. Secoond, Sadranan Petilasan is rich in spiritual and cultural symbols that connect villagers with nature, fellow humans, anectors, and the divine. These Symbols encompasing myth, art, language, religion, and knowledge, serve as guides for life and as unifying identity. Third, the tradition contain symbolic elements liking villagers to the natural world, to one another, and to ancestral spirits. The symbols take both expressive and conceptual forms. They guide community life, for example by fostering mutual coorperation (gotong royong) during village-cleansing events and by deepening spiritual values through the Sadranan Petilasan ritual.
Kata Kunci : Filsafat Kebudayaan, Simbol, Ernst Cassirer, Sadranan Petilasan/ Philosophy of Culture, Symbol, Ernst Cassirer, Sadranan Petilasan