Peran Kontrol Diri dalam Memoderasi Hubungan antara Stres Akademik dan Perilaku Cyberloafing pada Siswa SMA/SMK
Erna Yulianti, Dr. Arum Febriani, S.Psi, M.A.
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Perilaku cyberloafing atau penggunaan internet dan perangkat digital selama waktu belajar untuk keperluan pribadi yang tidak berkaitan dengan aktivitas akademik telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa fenomena ini dapat mengganggu aktivitas belajar dan dampak jangka panjangnya dapat menurunkan performa akademik. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang mengkaji stres akademik sebagai prediktor perilaku cyberloafing dan peranan kontrol diri yang memoderasi hubungan tersebut khususnya pada siswa SMA/SMK. Hipotesis dalam penelitian ini adalah kontrol diri berperan sebagai moderator yang memperlemah hubungan antara stres akademik dan perilaku cyberloafing siswa SMA/SMK. Penelitian ini melibatkan 394 siswa SMA/SMK berusia 15-18 tahun. Data dikumpulkan secara luring menggunakan Indonesian Academic Cyberloafing Scale, Educational Stress Scale for Adolescents, dan Self-control Scale. Data dianalisis menggunakan GLM modul GAMLj3 Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan kontrol diri memiliki peran signifikan yang memperlemah hubungan stres akademik terhadap perilaku cyberloafing pada siswa SMA/SMK (? = -0,096, p < 0>cyberloafing.
Cyberloafing behavior, defined as the use of the internet and digital devices for personal, non-academic purposes during study time, has become a concerning phenomenon. Previous studies indicate that this phenomenon can interfere with learning activities, and its long-term impact may lead to a decrease in academic performance. However, there is a paucity of research examining academic stress as a predictor of cyberloafing behavior and the moderating role of self-control in this relationship, particularly among high school/vocational school students. The hypothesis of this study is that self-control acts as a moderator, weakening the relationship between academic stress and cyberloafing behavior among high school/vocational school students. This study involved 394 students aged 15-18 years. Data collection was conducted offline using Indonesian Academic Cyberloafing Scale, Educational Stress Scale for Adolescents, and Self-control Scale. Data were analyzed using GLM in the GAMLj3 Jamovi module. The results showed that self-control has a significant role in weakening the relationship between academic stress and cyberloafing behavior in high school/vocational school students (? = -0.096, p < 0>
Kata Kunci : kontrol diri, stres akademik, perilaku cyberloafing, siswa SMA/SMK