PENGARUH KETAHANAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI PEMEDIASI: STUDI PADA PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA
Enggar Diswandoro, Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketahanan karyawan terhadap kinerja karyawan, dengan mempertimbangkan keterikatan kerja sebagai variabel pemediasi. Studi dilakukan pada PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF), sebuah perusahaan di industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang memiliki standar keselamatan tinggi dan menghadapi peningkatan beban kerja pasca-pandemi. Fokus penelitian diarahkan pada karyawan tetap dengan pengalaman kerja jangka panjang yang memegang peranan krusial dalam menjaga kualitas dan efisiensi operasional.
Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan metode analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Sampel terdiri dari 272 responden dengan 256 data valid yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu masa kerja minimal 5 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, dan hasil analisis menunjukkan bahwa ketahanan karyawan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek mediasi melalui keterikatan kerja juga terbukti signifikan secara parsial, yang menandakan bahwa karyawan yang tangguh cenderung lebih terikat pada pekerjaannya sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya ketahanan sebagai sumber daya psikologis vital dalam lingkungan kerja bertekanan tinggi seperti industri MRO. Karyawan yang memiliki ketahanan tinggi terbukti mampu beradaptasi dengan tekanan beban kerja sekaligus mempertahankan dedikasi yang tinggi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen sumber daya manusia untuk merancang program pengembangan ketahanan yang terstruktur guna mendukung stabilitas kinerja dan keberlanjutan organisasi.
This study aims to examine the effect of employee resilience on employee performance, considering work engagement as a mediating variable. The study was conducted at PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF), a company in the Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) industry characterized by high safety standards and increased post-pandemic workload. The research focuses on permanent employees with long-term experience who play a crucial role in maintaining operational quality and efficiency.
A quantitative approach was employed in this study, utilizing the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis method via SmartPLS software. The sample consisted of 272 respondents, with 256 valid data points meeting the inclusion criteria of a minimum of 5 years of service. Data were collected through online questionnaires, and the analysis results indicate that employee resilience has a positive influence on employee performance, both directly and indirectly. The mediation effect through work engagement was also proven to be significantly partial, suggesting that resilient employees tend to be more engaged in their work, thereby producing better performance.
Overall, this research underscores the importance of resilience as a vital psychological resource in high-pressure work environments such as the MRO industry. Employees with high resilience are proven capable of adapting to workload pressures while maintaining high dedication. These findings provide practical implications for human resource management to design structured resilience development programs to support performance stability and organizational sustainability.
Kata Kunci : ketahanan karyawan, kinerja karyawan, keterikatan kerja, industri MRO.