Laporkan Masalah

Pengaruh Model Pendampingan Laktasi (MOPELA) pada Ibu Postpartum dengan Bayi Berat Lahir Rendah Pascapemulangan dari Ruang Perinatologi terhadap Efikasi Diri Menyusui dan Berat Badan Bayi

Happy Dwi Aprilina, Prof. dr. Retno Sutomo, Sp.A(K)., Ph.D; Dr. Wiwin Lismidiati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat.

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, termasuk bayi berat lahir rendah (BBLR), namun keberhasilannya sering terhambat oleh stres, kurangnya pengetahuan, dan rendahnya efikasi diri ibu. Studi pendahuluan tahun 2023 di Banyumas menunjukkan ibu BBLR kurang yakin menyusui karena merasa produksi ASI tidak cukup, bayi rewel, atau adanya rekomendasi medis, serta kurangnya pemantauan tenaga kesehatan pascapemulangan. Rendahnya efikasi diri ibu dapat memengaruhi keberhasilan menyusui dan berdampak pada peningkatan berat badan (BB) bayi yang tidak optimal.

Tujuan: Mengembangkan model intervensi pendampingan laktasi (MOPELA) dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap efikasi diri menyusui dan berat badan bayi.

Desain: Penelitian menggunakan desain sequential exploratory mixed methods. Tahap 1 penelitian ini adalah need assessment terhadap ibu dengan BBLR menggunakan pendekatan fenomenologis. Triangulasi data dilakukan melalui focus group discussion (FGD) dengan bidan desa sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan content analysis. Tahap 2 adalah pengembangan model intervensi menyusui pada ibu yang memiliki BBLR pascapemulangan dari ruang perinatologi. Penelitian tahap 3 yaitu uji coba MOPELA dengan desain penelitian studi kuantitatif dengan metode randomized controlled trial (RCT) mencakup 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan single blind. Instrumen yang digunakan adalah breastfeeding self efficacy short form untuk efikasi diri menyusui serta baby scale dan formulir untuk menimbang dan mencatat BB bayi. Analisis data bivariat menggunakan paired t-test dan independent t-test serta  multivariat menggunakan regresi linier berganda memakai metode backward wald multiple.

Hasil: Wawancara mendalam pada 8 ibu BBLR dan triangulasi pada 9 bidan menghasilkan 5 tema, yaitu 1) dinamika psikologis dalam perawatan BBLR; 2) dominasi pengasuhan tradisional dan hambatan menyusui BBLR; 3) komitmen dan strategi ibu dalam pemberian ASI serta proteksi untuk BBLR; 4) kebutuhan informasi  untuk perawatan BBLR dan 5) peran tenaga kesehatan dan sistem yang mendukung dalam perawatan BBLR. Komponen intervensi MOPELA meliputi pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif, konseling menyusui, PMK, perawatan payudara dan pijat punggung serta dukungan keluarga. Penelitian ini menunjukkan MOPELA terbukti efektif untuk meningkatkan efikasi diri menyusui dengan effect size 0,522 (p = 0,048) dan meningkatkan BB bayi dengan effect size 1,134 (p = 0,001).

Kesimpulan: Intervensi MOPELA efektif dalam meningkatkan efikasi diri menyusui dan BB bayi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengevaluasi penerapan MOPELA selama 6 bulan terhadap keberhasilan ASI eksklusif dan pertumbuhan BBLR dalam konteks komunitas setelah pemulangan dari rumah sakit. 

Background: Breast milk is the optimal source of nutrition for infants, including those with low birth weight (LBW). However, successful breastfeeding is often hindered by maternal stress, limited knowledge, and low breastfeeding self-efficacy. A preliminary study conducted in Banyumas in 2023 found that mothers of LBW infants lacked confidence in breastfeeding due to perceived insufficient milk supply, infant fussiness, medical recommendations, and inadequate post-discharge monitoring by healthcare providers. Low maternal self-efficacy may adversely affect breastfeeding success and result in suboptimal infant weight gain.

Objective: This study aimed to develop a lactation mentoring intervention model (MOPELA) and to evaluate its effects on breastfeeding self-efficacy and infant weight.

Methods: A sequential exploratory mixed-methods design was employed. Phase 1 involved a needs assessment among mothers of LBW infants using a phenomenological approach. Data triangulation was conducted through focus group discussions (FGDs) with village midwives as supporting informants. Qualitative data were analyzed using content analysis. Phase 2 focused on developing a breastfeeding intervention model for mothers of LBW infants following discharge from the perinatology unit. Phase 3 evaluated the MOPELA intervention using a quantitative randomized controlled trial (RCT) design with two groups (intervention and control) and a single-blind approach. Breastfeeding self-efficacy was measured using the Breastfeeding Self-Efficacy Short Form, while infant weight was assessed using a baby scale and standardized recording forms. Bivariate analyses were performed using paired t-tests and independent t-tests, and multivariate analysis was conducted using multiple linear regression with the backward Wald method.

Results: In-depth interviews with eight mothers of LBW infants and triangulation with nine midwives generated five themes: (1) psychological dynamics in caring for LBW infants; (2) dominance of traditional caregiving practices and barriers to breastfeeding; (3) maternal commitment and strategies for breastfeeding and protection of LBW infants; (4) informational needs for LBW infant care; and (5) the role of healthcare providers and supportive systems in LBW infant care. The MOPELA intervention components included exclusive breastfeeding education, breastfeeding counseling, kangaroo mother care, breast care and back massage, and family support. The intervention was shown to significantly improve breastfeeding self-efficacy (effect size = 0.522; p = 0.048) and infant weight gain (effect size = 1.134; p = 0.001).

Conclusion: The MOPELA intervention is effective in enhancing breastfeeding self-efficacy and infant weight among LBW infants. Future studies are recommended to evaluate the implementation of MOPELA over a six-month period to assess exclusive breastfeeding outcomes and growth of LBW infants in community settings after hospital discharge.

Kata Kunci : ASI, BBLR, berat badan bayi, efikasi diri, pendampingan laktasi / breastfeeding, low birth weight infants, infant weight, self-efficacy, lactation mentoring

  1. S3-2025-485325-abstract.pdf  
  2. S3-2025-485325-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-485325-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-485325-title.pdf