Efektivitas Pelatihan Burgess's Role of Teacher dengan Model Gagne Terhadap Pengetahuan dan Kemampuan Fasilitator dalam Memfasilitasi Small Group Discussion di Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Putu Gde Adhi Paramanandana, Prof. dr. Mora Claramita, MHPE, PhD, Sp.KKLP ; dr. Rachmadya Nur Hidayah, M.Sc., Ph.D
2025 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran
Latar Belakang: Small group discussion (SGD) mendukung pembelajaran aktif dan
kolaboratif dalam pendidikan kedokteran, namun efektivitasnya sangat bergantung
pada kompetensi fasilitator. Banyak fasilitator masih kurang memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memandu diskusi secara efektif.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan menggunakan Gagné’s
Instructional Design Model dalam Burgess’s Role of Teacher terhadap
peningkatan pengetahuan dan keterampilan fasilitator dalam memfasilitasi SGD di
Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas
Udayana.
Tujuan: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas
pelatihan berbasis Burgess’s Role of Teacher terhadap kemampuan
fasilitator dalam memfasilitasi SGD. Tujuan khusus penelitian ini adalah,
pertama, menilai tingkat pengetahuan dan keterampilan fasilitator dalam
memfasilitasi SGD sebelum dan sesudah pelatihan berbasis Burgess’s Role of
Teacher. Kedua, membandingkan pengetahuan dan keterampilan fasilitator
sebelum dan sesudah pelatihan guna mengevaluasi sejauh mana peningkatan
kemampuan mereka dalam memfasilitasi SGD.
Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi-eksperimental
digunakan pada 21 dosen atau staf pengajar yang juga berperan sebagai
fasilitator SGD di Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi, Universitas
Udayana. Sebelum pelatihan, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan multiple-choice
questions (MCQ) untuk menilai pengetahuan dan keterampilan peserta. Setelah
pelatihan, prosedur yang sama dilakukan untuk menilai kembali pengetahuan dan
keterampilan peserta. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t
berpasangan (paired t-test) untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan
keterampilan fasilitator dalam memfasilitasi SGD sebelum dan sesudah pelatihan.
Hasil: Analisis menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang
signifikan secara statistik setelah pelatihan, yang menunjukkan bahwa pelatihan
Burgess’s Role of Teacher efektif dalam meningkatkan pengetahuan
fasilitator dalam memfasilitasi SGD (p = 0,025). Analisis keterampilan juga
menunjukkan adanya peningkatan skor dan terbukti efektif (p = 0,001).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan
fasilitator dalam memfasilitasi SGD setelah diberikan pelatihan berbasis Burgess’s
Role of Teacher, dengan peningkatan rerata skor pengetahuan yang bermakna
secara statistik setelah pelatihan. Penggunaan desain penelitian kohort atau mixed-methods
dapat dipertimbangkan untuk mengeksplorasi lebih jauh perubahan pengetahuan dan
keterampilan fasilitator secara longitudinal, serta faktor-faktor yang
memengaruhinya.
ABSTRACT
Background: Small group
discussion (SGD) supports active and collaborative learning in medical
education, yet its effectiveness relies on facilitator competence. Many
facilitators still lack adequate knowledge and skills to guide discussions
effectively. This study evaluates the effectiveness of training using Gagné’s
Instructional Design Model within Burgess’s Role of Teacher on improving
facilitators’ knowledge and skills in conducting SGDs in the Dentistry
Education Program, Faculty of Medicine, Udayana University
Aims: The general aim of this study was to
determine the effectiveness of training based on Burgess’s Role of Teacher on
facilitators’ ability to conduct small group discussions. The specific aims
were, first, to assess the level of facilitators’ knowledge and skills in
conducting small group discussions before and after receiving training based on
Burgess’s Role of Teacher. Second, to compare facilitators’ knowledge and
skills prior to and following the training in order to evaluate the extent of
improvement in their capacity to facilitate small group discussions.
Methods: A quantitative design
with a quasi-experimental approach was employed involving 21 lecturers or
teaching staff who also served as facilitators of small group discussions in
the Dentistry Education Program, Udayana University. Prior to the training,
data were collected through direct observation and multiple-choice questions
(MCQ) to assess participants’ knowledge and skills. Following the training, the
same procedures were conducted to re-evaluate their knowledge and skills. The
data obtained were analyzed using a paired t-test to determine differences in
facilitators’ knowledge and skills in conducting small group discussions before
and after the training.
Results: The analysis showed a statistically significant
increase in knowledge scores after the training, indicating that Burgess’s Role
of Teacher training was effective in improving facilitators’ knowledge in
conducting small group discussions (p = 0.025). The analysis of skills also
demonstrated an increase in scores and was proven effective (p=0,001)
Conclusion: There was a significant
difference in facilitators’ knowledge and skills in conducting small group
discussions after receiving training based on Burgess’s Role of Teacher, with a
statistically meaningful increase in mean knowledge scores following the training.
The use of a cohort design or mixed-methods research may be considered to
further explore longitudinal changes in facilitators’ knowledge and skills, as
well as the factors influencing these changes.
Kata Kunci : small group discussion, fasilitator, pelatihan