Laporkan Masalah

The Role of Psychological Empowerment Dimensions on Job Flourishing Among Employees at PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Dinara Safina, Dr. Rizqi Nur'aini A'yuninnisa, S.Psi., M.Sc.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Tekanan kerja yang tinggi dan berkelanjutan di PT. Telkom Indonesia telah menyebabkan burnout yang mengancam kesejahteraan jangka panjang. Sebagai strategi proaktif untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini berfokus pada Job Flourishing (JF), kondisi fungsi optimal yang dapat melawan burnout. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis peran dimensi Psychological Empowerment (PE) sebagai personal resource terhadap JF. Studi kuantitatif cross-sectional ini melibatkan 113 karyawan tetap (dengan masa kerja ?3 tahun) yang dipilih melalui convenience sampling dan dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa PE secara signifikan memprediksi JF (R² = 0.684). Meaning muncul sebagai prediktor terkuat, diikuti oleh Self-determination dan Impact. Kompetensi tidak signifikan, menyarankan bahwa hal itu berfungsi sebagai prasyarat dasar daripada sebagai pendorong kesejahteraan. Akibatnya, perusahaan harus memprioritaskan intervensi yang mendorong makna, otonomi, dan dampak, sambil memastikan kompetensi didukung dengan sumber daya yang memadai untuk mencegah hal itu menjadi sumber kelelahan.

Persistent high work pressure at PT. Telkom Indonesia has caused employee burnout, threatening long-term well-being. As a proactive strategy to address this issue, this study focuses on Job Flourishing (JF), a condition of optimal functioning that counteracts burnout. Therefore, this study analyzes the role of Psychological Empowerment (PE) dimensions as personal sources on JF. This quantitative cross-sectional study involved 113 permanent employees (?3 years tenure) selected through convenience sampling and analyzed using multiple regression. Results indicate that PE significantly predicts JF (R² = 0.684). Meaning emerged as the strongest predictor, followed by Self-Determination and Impact. Competence was non-significant, suggesting it functions as a baseline prerequisite rather than a driver of flourishing. Consequently, companies should prioritize interventions fostering meaning, autonomy, and impact, while ensuring competence is supported with adequate resources to prevent it from becoming a source of burnout.

Kata Kunci : Job Flourishing, Psychological Empowerment, Burnout, Telkom Indonesia

  1. S1-2025-492257-abstract.pdf  
  2. S1-2025-492257-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-492257-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-492257-title.pdf