Peninjauan Business Policy Berbasis Diversity, Equity, and Inclusion sebagai Tanggapan terhadap Tekanan Regulasi Trump Tahun 2025 pada Perusahaan Amerika Serikat
Muhammad Alfie Ramdhan, Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M, Ph.D.
2025 | Skripsi | MANAJEMEN
Dinamika lanskap politik di Amerika Serikat pada tahun 2025 menghadirkan tekanan institusional yang signifikan bagi perusahaan, khususnya terkait keberlanjutan kebijakan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Perubahan arah kebijakan pemerintah yang cenderung anti-DEI menciptakan dilema strategis bagi perusahaan antara memenuhi tuntutan pemangku kepentingan global atau mematuhi tekanan regulasi domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perusahaan-perusahaan Fortune 100 merumuskan kembali kebijakan DEI mereka sebagai respons terhadap tekanan politik tersebut, serta mengidentifikasi peran komposisi dewan direksi (Board of Directors) dalam membentuk respons kebijakan yang diambil. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus majemuk holistik (holistic multiple-case study). Data dikumpulkan melalui analisis dokumen korporat, meliputi laporan tahunan, piagam dewan, dan proxy statement dari 15 perusahaan terpilih, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik pencocokan pola (pattern matching) dan pembangunan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tidak sepenuhnya melakukan penarikan diri (retreat), melainkan cenderung mengadopsi strategi pembingkaian ulang (reframing) dan perlawanan (resistance). Temuan utama mengindikasikan bahwa faktor keragaman tingkat dalam (deep-level diversity) berupa pengalaman global anggota dewan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan keragaman demografis (surface-level) dalam mempertahankan substansi program DEI di tengah gempuran tekanan politik dan hukum.
Kata Kunci : Kebijakan DEI, Tata Kelola Perusahaan, Teori Eselon Atas, Teori Institusional, Strategi Korporat