CRITIQUING THE UPPSALA MODEL: UNDERSTANDING SME INTERNATIONALIZATION IN SOUTHEAST ASIA
Tami Rozela, Nofie Iman Vidya Kemal, M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini secara kritis mengevaluasi relevansi Model Uppsala dalam menjelaskan proses internasionalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) di Asia Tenggara melalui analisis dua kasus Indonesia yang kontras. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif multi-kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pendiri Firm A (produk makanan laut beku premium) dan Firm B (kerajinan tangan), kemudian dianalisis dengan membandingkan perjalanan internasionalisasi kedua perusahaan tersebut terhadap asumsi-asumsi utama Model Uppsala. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Model Uppsala tidak memadai untuk menjelaskan internasionalisasi UKM dalam konteks yang ditandai oleh lompatan digital (digital leapfrogging) dan keragaman institusional. Sebagai gantinya, penelitian ini mengidentifikasi dua pola alternatif, yaitu Digital Serendipity, di mana perusahaan mengalami internasionalisasi yang cepat dan sering kali tidak disengaja melalui platform digital, komitmen sumber daya yang fleksibel, serta pembelajaran yang bersumber dari banyak pihak (crowdsourced learning); dan Strategic Hybridization, di mana perusahaan mengombinasikan visi Born Global dengan ekspansi bertahap ala Model Uppsala. Kedua pola ini menunjukkan bahwa UKM bertindak sebagai aktor strategis yang pragmatis, dengan jalur internasionalisasi yang lebih ditentukan oleh kecerdikan strategis dibandingkan kepatuhan pada satu kerangka teori tertentu. Penelitian ini memberikan kritik empiris yang kuat terhadap Model Uppsala serta memperkaya teori bisnis internasional melalui pengenalan tipologi baru Digital Serendipity dan Strategic Hybridization. Dari sisi praktis, temuan ini menegaskan pentingnya dukungan yang lebih terarah bagi UKM, seperti penguatan infrastruktur digital bagi perusahaan berbasis platform serta bantuan sertifikasi bagi UKM yang beroperasi di industri yang teregulasi. Dengan menawarkan analisis yang bernuansa dan berbasis konteks Asia Tenggara, penelitian ini mendorong diskursus akademik untuk melampaui pengujian model lama menuju pemahaman atas logika internasionalisasi hibrida UKM di era globalisasi abad ke-21.
This study critically evaluates the relevance of the Uppsala Model in explaining the internationalization of small and medium-sized enterprises (SMEs) in Southeast Asia by examining two contrasting Indonesian cases. Using a qualitative multiple-case study design, data were collected through in-depth interviews with the founders of Firm A (premium frozen seafood) and Firm B (handicraft) and analyzed by comparing their internationalization trajectories against the core assumptions of the Uppsala Model. The findings demonstrate that the model is insufficient to explain SME internationalization in a context characterized by digital leapfrogging and institutional diversity. Instead, the study identifies two alternative patterns: Digital Serendipity, in which firms experience rapid and often accidental internationalization through digital platforms, flexible resource commitment, and crowdsourced learning; and Strategic Hybridization, where firms combine a Born Global vision with Uppsala-like sequential expansion. These patterns reveal that SMEs operate as pragmatic strategists whose international paths are shaped more by strategic resourcefulness than by adherence to a single theoretical model. The study contributes a robust empirical critique of the Uppsala Model and introduces the new typologies of Digital Serendipity and Strategic Hybridization to international business theory. Practically, it highlights the need for more tailored policy and managerial support, such as enhanced digital infrastructure for platform-enabled firms and certification assistance for SMEs operating in regulated industries. By offering a nuanced, context-driven analysis from Southeast Asia, this research moves the academic debate beyond testing established models toward understanding the hybrid internationalization logics of 21st-century SMEs.
Kata Kunci : Model Uppsala, Internasionalisasi UKM, Asia Tenggara, Digital Serendipity, Strategic Hybridization, Born Global, Platform digital, Studi kasus kualitatif, Indonesia