Peran Cystatin C Sebagai Prediktor Kematian Pada Pasien Gagal Jantung Akut
Lidwina Maria Bame, dr. Ira Puspitawati, M. Kes, SpPK(K), Subsp. N.R.(K)
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Patologi Klinik
Latar belakang: Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi dan prevalensi penyakit kardiovaskular lain. Biomarker NT-proBNP telah lama digunakan untuk diagnosis dan penilaian prognosis gagal jantung, namun memiliki keterbatasan pada kondisi tertentu seperti gangguan ginjal dan inflamasi kronik. Cystatin C (CysC) muncul sebagai biomarker alternatif yang lebih stabil, karena tidak hanya mencerminkan fungsi ginjal secara akurat tetapi juga berhubungan dengan proses inflamasi dan disfungsi kardiovaskular yang berperan dalam progresivitas gagal jantung. Tujuan penelitian: untuk menganalisis peran Cyctatin C sebagai prediktor kematian pada pasien gagal jantung. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan kohort prospektif pada pasien gagal jantung akut di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Agustus 2023–Agustus 2024. Sebanyak 101 pasien yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan. Kadar Cystatin C (CysC) dan NT-proBNP diukur, kemudian dievaluasi hubungannya dengan mortalitas 90 hari. Analisis dilakukan untuk menilai apakah Cystatin C dapat berperan sebagai prediktor kematian pada pasien gagal jantung dibandingkan atau bersamaan dengan NT-proBNP. Hasil : Sebanyak 101 pasien gagal jantung akut diikutsertakan, dengan rerata usia 55,7 tahun dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (63,4%). Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar Cystatin C, kreatinin, dan NT-proBNP lebih tinggi pada pasien yang meninggal dibandingkan yang bertahan hidup, sedangkan nilai eGFR lebih rendah secara bermakna (p<0>1,68 mg/L. Uji regresi multivariat menunjukkan bahwa kadar Cystatin C>1,68 mg/L berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko kematian(HR7,71; p=0,031), menjadikannya prediktor independen mortalitas 90 hari pada pasien gagal jantung akut. Simpulan : Penggunaan biomarker Cystatin C serum dengan kadar >1.68 mg/ L dapat menjadi faktor prognosis kematian pada pasien dengan gagal jantung akut.
Background: Heart failure is a global health problem with morbidity and mortality rates that continue to increase with an aging population and the prevalence of other cardiovascular diseases. The NT-proBNP biomarker has long been used for the diagnosis and prognosis assessment of heart failure, but it has limitations in certain conditions such as kidney disorders and chronic inflammation. Cystatin C (CysC) has emerged as a more stable alternative biomarker, as it not only accurately reflects kidney function but is also associated with inflammatory processes and cardiovascular dysfunction that play a role in the progression of heart failure. Research objective: to analyze the role of Cystatin C as a predictor of mortality in patients with heart failure. Methods: This study was an analytical observational study with a prospective cohort design in patients with acute heart failure at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, from August 2023 to August 2024. A total of 101 patients who met the inclusion criteria were enrolled. Cystatin C (CysC) and NT-proBNP levels were measured and then evaluated for their association with 90-day mortality. The analysis was conducted to assess whether Cystatin C could serve as a predictor of mortality in heart failure patients compared to or in conjunction with NT-proBNP. Results: A total of 101 patients with acute heart failure were included, with a mean age of 55.7 years and the majority being male (63.4%). The analysis showed that Cystatin C, creatinine, and NT-proBNP levels were higher in patients who died compared to those who survived, while eGFR values were significantly lower (p< 0>1.68 mg/L. Multivariate regression analysis showed that Cystatin C levels >1.68 mg/L were significantly associated with an increased risk of death (HR 7.71; p=0.031), making it an independent predictor of 90-day mortality in patients with acute heart failure. Conclusion: The use of serum cystatin C biomarkers with levels >1.68 mg/L can be a prognostic factor for mortality in patients with acute heart failure.
Kata Kunci : Gagal jantung akut, Cystatin C