PENGARUH VIRTUAL TRY-ON BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP NIAT BELI KOSMETIK WARDAH DI KALANGAN KONSUMEN WANITA INDONESIA
Nuuriya Salsabila, Prof. Dr. Ir. Suci Paramitasari Syahlani, M.M., IPM.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Wardah sebagai salah satu merek
kosmetik terbesar di Indonesia mengadopsi teknologi Virtual Try-On (VTO)
berbasis Augmented Reality (AR) untuk memberikan pengalaman belanja yang
lebih informatif dan meyakinkan bagi konsumen. Namun, pemanfaatan teknologi ini
perlu dipahami lebih jauh terkait pengaruhnya terhadap persepsi pengguna dan niat
beli. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dari teknologi VTO meliputi
keinformatifan, interaktivitas, persepsi kegunaan, persepsi kesenangan,
persepsi intrusivitas, inovasi pribadi, serta kekhawatiran privasi terhadap
nilai yang dirasakan dan niat beli konsumen wanita di Indonesia.
Penelitian dilakukan melalui survei daring terhadap 345 responden perempuan yang mengetahui fitur VTO Wardah. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang dirasakan berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli. Selain itu, persepsi kegunaan dan persepsi kesenangan terbukti meningkatkan nilai yang dirasakan, sedangkan persepsi intrusivitas menurunkannya. Keinformatifan, interaktivitas, dan inovasi pribadi memberikan pengaruh positif terhadap persepsi kegunaan maupun kesenangan. Di sisi lain, kekhawatiran privasi meningkatkan persepsi intrusivitas dan menurunkan persepsi kegunaan.
Temuan ini menegaskan pentingnya
kualitas informasi, kenyamanan emosional, dan keamanan data dalam membangun
nilai dan niat beli melalui teknologi VTO. Penelitian ini memberikan implikasi
strategis bagi perusahaan kosmetik untuk mengoptimalkan fitur AR agar mampu
meningkatkan pengalaman belanja yang kredibel, menyenangkan, dan aman bagi
pengguna.
Wardah, one of the largest cosmetic
brands in Indonesia, has adopted Augmented Reality–based Virtual Try-On (VTO)
technology to provide consumers with a more informative and convincing shopping
experience. However, the use of this technology requires deeper examination
regarding its influence on user perceptions and purchase intentions. This study
aims to investigate the effects of VTO technology covering informativeness,
interactivity, perceived usefulness, perceived enjoyment, perceived
intrusiveness, personal innovativeness, and privacy concerns on perceived value
and purchase intention among Indonesian female consumers.
The research was conducted through
an online survey of 345 female respondents who were familiar with Wardah’s VTO
feature. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation
Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that perceived value has a significant
positive effect on purchase intention. Moreover, perceived usefulness and
perceived enjoyment were found to enhance perceived value, whereas perceived
intrusiveness reduced it. Informativeness, interactivity, and personal
innovativeness exerted positive influences on both perceived usefulness and
perceived enjoyment. Conversely, privacy concerns heightened perceived
intrusiveness and lowered perceived usefulness.
These results underscore the
importance of information quality, emotional comfort, and data security in
shaping value perceptions and purchase intentions through VTO technology. The
study offers strategic implications for cosmetic companies to optimize AR-based
features in order to deliver shopping experiences that are credible, enjoyable,
and secure for users.
Kata Kunci : Virtual Try-On (VTO), Augmented Reality (AR), nilai yang dirasakan, niat beli, keinformatifan, interaktivitas, persepsi kegunaan, persepsi kesenangan, persepsi intrusivitas, inovasi pribadi, kekhawatiran privasi, PLS-SEM, industri kosmetik.