Pengaruh Kombinasi Terapi Relaksasi terhadap Kadar Gula Darah Puasa dan Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes Melitus dengan Antidiabetik Oral
Paulina Ambarsari Mawar Ning Hadi, Prof. Dr. apt. Nanang Munif Yasin, S.Si.,M.Pharm.; Dr. apt. Woro Harjaningsih, S.Si., Sp.FRS
2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Prevalensi diabetes melitus terus meningkat dan kondisi ini tidak hanya menimbulkan gangguan fisik, tetapi juga psikologis seperti kecemasan. Kecemasan berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah. Kondisi peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat memcu komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengelola kecemasan sekaligus menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi relaksasi (Classical Music Therapy dan Slow Deep Breathing) terhadap penurunan kecemasan dan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus dengan antidiabetik oral.
Rancangan penelitian ini menggunakan studi quasi eksperimental pre and post with control. Subyek penelitian adalah anggota Prolanis klinik swasta di Salatiga, Jawa Tengah yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan lama waktu pengamatan selama 30 hari. Sesudah mendapatkan pelatihan, subyek penelitian melakukan terapi mandiri setiap 3 hari sekali. Kuisioner GAI (Geriatric Anxiety Inventory) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan dan pengukuran kadar gula darah dilakukan oleh laboratorium tersertifikasi. Hasil data dianalisis menggunakan uji korelasi dan komparatif.
Penelitian ini diikuti 69 pasien yang dibagi dalam dua kelompok. Hasil uji komparatif sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi didapatkan perbedaan signifikan nilai p<0 p=0,042 p=0,000).>
The prevalence of diabetes mellitus continues to rise and
poses both physical and psychological challenges, including anxiety. Anxiety
contributes to increased blood glucose levels, and uncontrolled hyperglycemia
may lead to diabetes-related complications. Therefore, interventions that
simultaneously reduce anxiety and improve glycemic control are needed. This
study aimed to evaluate the effect of a combined relaxation therapy (Classical
Music Therapy and Slow Deep Breathing) on anxiety levels and fasting blood
glucose in patients with diabetes mellitus receiving oral antidiabetic therapy.
This study employed a
quasi-experimental pre–post design with a control group. Participants were
members of the Prolanis program at a private clinic in Salatiga, Central Java,
who met the inclusion criteria. The intervention was conducted over a 30-day observation
period, during which participants performed self-administered therapy every
three days following initial training. Anxiety levels were assessed using the
Geriatric Anxiety Inventory (GAI), and fasting blood glucose was measured by a
certified laboratory. Data were analyzed using correlation and comparative
tests.
A total of 69 participants were included and allocated into two groups. Comparative analyses showed significant pre–post differences in the intervention group for fasting blood glucose (p = 0.011) and anxiety levels (p < 0 xss=removed>
Kata Kunci : Gula darah, Classical Music Therapy, Slow Deep Breathing Relaxation, GAI Kuisioner