KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH OTONOMI BARU PROVINSI PAPUA SELATAN (Studi kasus Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Selatan)
SUCI PASKA M.Y. RAHALUS, Dr. Ratminto, M.Pol, Admin
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kondisi kesiapan Sumber Daya
Manusia (SDM) pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(BKPSDM) Provinsi Papua Selatan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk
memahami bagaimana kesiapan aparatur dalam mendukung tata kelola pemerintahan
di Daerah Otonomi Baru (DOB), serta mengidentifikasi berbagai kendala utama
yang menghambat proses pengembangan kualitas SDM di lingkungan tersebut.
Melalui tujuan ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi yang tepat untuk
memperkuat fondasi pemerintahan di wilayah Papua Selatan.
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam
dengan para informan kunci di bidang pengelolaan SDM, observasi partisipatif
langsung terhadap aktivitas kebijakan, serta studi dokumentasi terhadap
struktur organisasi dan manajemen kepegawaian. Data yang terkumpul kemudian
dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran yang mendalam dan
menyeluruh mengenai profil serta kapasitas kesiapan aparatur di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kesiapan SDM di BKPSDM Provinsi Papua Selatan secara umum telah menunjukkan
perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari kompetensi manajerial yang
mulai terbentuk serta penerapan budaya kepemimpinan partisipatif yang efektif
dalam meningkatkan komitmen pegawai. Selain itu, struktur organisasi telah
didesain sedemikian rupa dengan mengacu pada prinsip merit system guna
mendukung alur kerja yang transparan dan akuntabel dalam birokrasi pemerintahan
daerah yang baru.
Meskipun terdapat kemajuan,
penelitian ini menemukan tantangan signifikan berupa adanya kesenjangan
kompetensi (competency gap) antara level pimpinan dan pelaksana, serta
keterbatasan dalam penguasaan teknologi informasi. Kendala infrastruktur
seperti stabilitas jaringan internet dan partisipasi masyarakat yang masih
bersifat semu (pseudo-participation) juga menjadi hambatan serius.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan SDM melalui pendidikan dan
pelatihan yang merata serta peningkatan infrastruktur digital menjadi kunci
utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)
di Provinsi Papua Selatan.
Kata Kunci: Kesiapan SDM, Tata Kelola
Pemerintahan, Daerah Otonomi Baru, BKPSDM, Papua Selatan.
This study aims to analyze and evaluate
the state of human resource readiness at the Civil Service and Human Resource
Development Agency (BKPSDM) of South Papua Province. The primary focus of this
research is to understand the readiness of civil servants to support governance
in the New Autonomous Region (DOB) and to identify the key obstacles hindering
the development of human resource quality in this area. Through this objective,
it is hoped that appropriate strategies can be formulated to strengthen the foundation
of governance in the South Papua region.
The method used in this research is a
qualitative approach with a case study. Data collection was conducted
comprehensively through in-depth interviews with key informants in the field of
human resource management, direct participant observation of policy activities,
and documentation studies of the organizational structure and personnel
management. The collected data were then analyzed descriptively to provide an
in-depth and comprehensive picture of the profile and capacity of civil servant
readiness in the field.
The results indicate that human resource
readiness at the BKPSDM of South Papua Province has generally shown positive
development. This is evident in the emerging managerial competencies and the
effective implementation of a participatory leadership culture in increasing
employee commitment. Furthermore, the organizational structure has been
designed in a manner that adheres to the merit system principle to support a
transparent and accountable workflow within the new regional government bureaucracy.
Despite this progress, this study
identified significant challenges in the form of a competency gap between
leadership and executive levels, as well as limited mastery of information
technology. Infrastructure constraints, such as internet network stability and
pseudo-participation, also pose serious obstacles. This study concludes that
strengthening human resources through equitable education and training and
improving digital infrastructure are key to achieving good governance in South
Papua Province.
Keywords: Human Resources Readiness, Governance, New
Autonomous Region, BKPSDM, South Papua.
Kata Kunci : Kesiapan SDM, Tata Kelola Pemerintahan, Daerah Otonomi Baru, BKPSDM, Papua Selatan/Human Resources Readiness, Governance, New Autonomous Region, BKPSDM, South Papua.