Laporkan Masalah

strategi pengasuhan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (persero), sebagai induk perusahaan pada PT Jaminan Kredit Indonesia sebagai entitas anak usaha dalam holding asuransi dan penjaminan

Hadrianus Adityo Padmosaputro, Dr. Evi Noor Afifah, S.E., M.S.E

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Penelitian ini menganalisis implementasi strategi pengasuhan korporat oleh PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Indonesia Financial Group (IFG), yang bertindak sebagai induk holding BUMN Asuransi dan Penjaminan, suatu prakarsa yang dirancang untuk peningkatan efisiensi dan sinergi. Dengan menggunakan studi kasus pada PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), penelitian ini mengadopsi Kerangka Kerja Pengasuhan Korporat (Campbell, Goold, dan Alexander) melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan manajemen kedua perusahaan. Analisis data yang berfokus pada kesesuaian antara karakteristik pengasuhaan BPUI dengan faktor penentu keberhasilan dan peluang pengasuhan Jamkrindo, menunjukkan bahwa Jamkrindo sebagai Heartland Business. Posisi ini menggambarkan adanya tingkat keselarasan yang sangat tinggi antara kapabilitas strategis BPUI dengan kebutuhan Jamkrindo. Disimpulkan bahwa strategi pengasuhan BPUI yang mencakup arahan strategis, dukungan sumber daya, dan pemantauan kinerja telah terbukti tepat dan berhasil menciptakan nilai tambah. Rekomendasi strategis diarahkan pada percepatan transformasi digital, penguatan sinergi, dan keberlanjutan dukungan untuk mempertahankan posisi Jamkrindo sebagai bisnis inti dalam portofolio.     

This research investigates the corporate parenting strategy employed by Indonesia Financial Group (IFG), also known as PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (IFG), in it’s capacity as the parent company of the State-Owned Enterprise (BUMN) Insurance and Guarantee Holding. The study focuses on IFG's subsidiary, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), as a case study to analyze the effectiveness of the holding's approach in enhancing efficiency and synergy. Adopting a descriptive qualitative methodology, the research utilizes the Corporate Parenting Framework by Campbell, Goold, and Alexander, with data sourced from in-depth interviews with the management of both entities. The analysis, conducted through the Parenting Fit Matrix, reveals that Jamkrindo is classified as a Heartland Business. This positioning indicates an exceptionally high degree of strategic fit between IFG's parenting capabilities and Jamkrindo's needs. The study affirms that IFG's strategy has been successful in creating value, demonstrated through effective strategic guidance, resource allocation, performance oversight, synergy facilitation, and operational enhancements. It is concluded that the implemented parenting strategy is appropriate and value-adding. Key recommendations focus on advancing digital transformation, deepening synergies, and providing sustained support to maintain Jamkrindo's core position within the holding's portfolio.

Kata Kunci : strategi pengasuhan korporat, holding BUMN, kerangka kerja pengasuhan korporat, matriks kesesuaian pengasuhan, BPUI, Jamkrindo, sinergi korporat/corporate parenting strategy, state-owned enterprise holding, corporate parenting framework, parenting fit map

  1. S2-2025-526305-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526305-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526305-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526305-title.pdf