Analisis Penerapan Tata Kelola dalam Pengelolaan Aset Tetap Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo)
Sekar Bening Milenia Assa, Abdul Halim, Prof., Dr., M.B.A., Ak., CA
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab
permasalahan pengelolaan aset tetap serta mendeskripsikan penerapan tata
kelolanya pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
semi terstruktur dan analisis dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa permasalahan pengelolaan aset di Kabupaten Kulon Progo tidak hanya
bersifat teknis, tetapi juga mencakup aspek keterbatasan sumber daya manusia
(SDM), ketidaktertiban administrasi, kendala proses legalisasi, keterbatasan
anggaran, dan kendala adaptasi terhadap kebijakan baru. Meskipun Pemerintah
Kabupaten Kulon Progo telah berupaya menerapkan tata kelola aset yang
transparan dan akuntabel, tetapi implementasinya masih sebatas pemenuhan
kewajiban administratif. Dengan memperbarui kajian terdahulu melalui penerapan
teori stewardship dan sembilan prinsip tata kelola, penelitian ini menyimpulkan
bahwa tata kelola aset yang efektif menuntut peran pemerintah sebagai steward
pelindung kepentingan publik jangka panjang, bukan sekadar pelaksana aturan
administratif semata.
This study aims to analyze the root causes of fixed asset
management problems and describe the implementation of its governance within
the Kulon Progo Regency Government. Utilizing a qualitative method with a case
study approach, data were collected through semi-structured interviews and
relevant document analysis. The results indicate that asset management issues
in this region are not merely technical but also encompass limitations in human
resources, administrative disorder, constraints in the legalization process,
budgetary limitations, and adaptation to new policies. Although the Kulon Progo
Regency Government has attempted to implement transparent and accountable asset
governance, its implementation remains limited to the fulfillment of
administrative obligations. By updating previous studies through the
application of stewardship theory and nine governance principles, this research
concludes that effective asset governance demands the government's role as a
steward protecting long-term public interests, rather than merely acting as an
executor of administrative rules.
Kata Kunci : Tata Kelola Sektor Publik, Pengelolaan Aset Tetap, Barang Milik Daerah