Mengatasi Simpang Ambang: Makna Skripsi sebagai Ritus Transisi
Sekar Ayu Pramesti, Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Fase penyusunan skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir bukan sekadar proses akademik, melainkan juga pengalaman liminal yang menempatkan individu di antara dua dunia: belum sepenuhnya meninggalkan identitas sebagai mahasiswa, namun juga belum benar-benar memasuki status sebagai lulusan. Posisi di ambang ini melahirkan beragam bentuk ketidakpastian, kegamangan, sekaligus refleksi personal terhadap arah hidup pascakampus. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana mahasiswa akhir memaknai fase skripsi sebagai ruang transisi yang sarat ambiguitas, dengan menelusuri faktor-faktor sosial, ekonomi, dan keilmuan yang membentuk pengalaman tersebut. Menggunakan metode etnografi dengan pendekatan observasi partisipatif terhadap mahasiswa dari berbagai rumpun ilmu di Universitas Gadjah Mada, penelitian ini menemukan bahwa skripsi dimaknai secara berbeda sesuai dengan konteks sosial dan bidang keilmuan masing-masing. Variasi pengalaman ini menunjukkan bahwa skripsi bukan hanya tugas akademik, melainkan juga ritus transisi yang mengungkap relasi antara struktur institusional, modal sosial, dan pencarian makna diri mahasiswa akhir dalam menghadapi perubahan status sosial.
The process of writing a thesis for final-year students is not merely an academic task but also a liminal experience that places individuals between two worlds: no longer fully identified as students, yet not entirely recognized as graduates. This in-between position generates various forms of uncertainty, confusion, and personal reflection on life beyond the campus. This study seeks to understand how final-year students interpret the thesis phase as a transitional space filled with ambiguity by examining the social, economic, and disciplinary factors that shape their experiences. Employing an ethnographic method with a participatory observation approach involving students from various fields of study at Universitas Gadjah Mada, this research reveals that the thesis is understood differently according to each student’s social context and academic discipline. These variations indicate that the thesis is not merely an academic requirement but also a rite of transition that unveils the relationship between institutional structures, social capital, and students’ search for self-meaning in facing changes in social status.
Kata Kunci : liminalitas, skripsi, mahasiswa akhir, transisi, pemaknaan