Laporkan Masalah

EVALUASI MANAJEMEN PROYEK PADA PELAKSANAAN REVITALISASI JARINGAN IRIGASI TERSIER DENGAN METODE SWAKELOLA (Studi Kasus: Daerah Aliran Sungai Progo )

Karina Inka Tandyasari, Arief Setiawan Budi Nugroho, ST., M.Eng. Ph.D, Toriq A. Gusdewan, ST., MSCE

2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Revitalisasi jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dengan metode swakelola merupakan upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fungsi jaringan irigasi tersier guna mendukung produktivitas pertanian. Namun, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan keterampilan teknis petani dalam pengelolaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi manajemen proyek P3-TGAI dengan pendekatan Project Management Body of Knowledge (PMBOK) edisi ke-6. Evaluasi dilakukan pada lima proses manajemen proyek (initiating, planning, executing, monitoring & controlling, dan closing) yang dikaitkan dengan sepuluh area pengetahuan (integrasi, lingkup, waktu, biaya, kualitas, sumber daya, komunikasi, risiko, pengadaan, dan stakeholder). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di tiga lokasi penelitian, wawancara semi-terstruktur dengan tujuh responden yang terdiri dari pengurus P3A dan stakeholder terkait, serta telaah dokumen pelaksanaan proyek. Analisis dilakukan dengan membandingkan praktik lapangan dengan standar manajemen proyek untuk menilai tingkat kesesuaian serta mengidentifikasi kendala. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi capaian antar lokasi. Pada lokasi I, pelaksanaan oleh P3A yang memiliki latar belakang kontraktor menghasilkan kualitas bangunan yang sesuai standar, efisiensi penggunaan dana, serta tidak terjadi pembengkakan biaya maupun keterlambatan waktu. Sebaliknya, pada lokasi II yang dikerjakan oleh petani dengan dukungan pemerintah desa, ditemukan keterlambatan penyelesaian dan pembengkakan biaya akibat keterbatasan kapasitas teknis. Adapun pada lokasi III, meskipun partisipasi masyarakat tinggi, pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan oleh petani menghasilkan kualitas konstruksi yang rendah dengan banyak defect, serta biaya upah yang membengkak. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan P3-TGAI tidak hanya bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat, tetapi juga pada kapasitas teknis, manajerial, dan pengelolaan keuangan yang diterapkan.

The revitalisation of irrigation networks through the Irrigation Water Use Improvement Acceleration Program (P3-TGAI), utilising a self-management (swakelola) scheme, marks a key governmental initiative aimed at enhancing the functionality of tertiary irrigation systems vital for agricultural productivity. However, implementation challenges persist, particularly due to farmers' limited technical capacity in construction project management. This study aimed to evaluate the project management practices of P3-TGAI using the Project Management Body of Knowledge (PMBOK) 6th edition framework. The assessment encompasses five project management process groups initiating, planning, executing, monitoring and controlling, and closing and ten knowledge areas, including integration, scope, and stakeholder engagement. Data were collected through field observations at three research sites, semi-structured interviews with seven participants, and a review of project documents, allowing for a comparison of field practices with established project management standards to identify compliance levels and challenges. The findings indicate significant variations in project outcomes across sites. At Site I, where P3A leaders had contractor experience, high-quality construction and effective financial management were achieved without major overruns. Conversely, Site II experienced delays and cost overruns due to insufficient technical capacity, while Site III, despite high community participation, faced poor construction quality and inflated labour costs. These results suggest that the success of P3-TGAI relies not only on community involvement but also on the technical capacity, managerial competence, and financial governance of stakeholders.

Kata Kunci : : Revitalisasi, Manajemen Konstruksi, Swakelola, Irigasi Tersier, PMBOK

  1. S2-2025-514749-abstract.pdf  
  2. S2-2025-514749-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-514749-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-514749-title.pdf