Echoes of Intimacy: Negosiasi Lanskap Intimasi dalam Taylor Swift Karaoke Party Yogyakarta
Asmi Ramiyati, Dr. Sita Hidayah, S.Ant., M.A.
2025 | Tesis | S2 Antropologi
Taylor Swift Karaoke Party (TSKP) di Yogyakarta merupakan kegiatan yang diadakan untuk merayakan momen tertentu yang berkaitan dengan sosok musisi Taylor Swift, seperti ulang tahun, rilis album, atau ketika Taylor Swift memenangkan penghargaan. Berangkat dari kegelisahan generasi muda yang mengalami kesepian, ketidakpastian, dan keterputusasaan struktural, studi ini menelaah bagaimana Taylor Swift Karaoke Party membentuk ruang sosial alternatif yang memungkinkan terciptanya keintiman publik, kohesi emosional, serta pengalaman kolektif yang seolah menggantikan absennya figur dan ruang dukungan konvensional bagi generasi muda selama mereka berada di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, memadukan observasi partisipasi komunitas Taylor Swift Joglosemar, dan kegiatan Taylor Swift Karaoke Party (TSKP) yang dilengkapi etnografi digital melalui interaksi daring di grup komunitas, dan media sosial, yaitu TikTok dan Instagram. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada April hingga Mei 2025 dengan lokasi wawancara mendalam di Yogyakarta dan Solo. Informan utama yang berpartisipasi dalam penelitian ini terdiri dari enam orang, dengan kriteria telah mengikuti kegiatan TSKP lebih dari dua kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taylor Swift Karaoke Party berfungsi sebagai third place yang memediasi rasa keterhubungan, mengurangi isolasi, dan menyediakan sarana bagi generasi muda untuk merayakan, mengolah, dan menegosiasikan pengalaman emosional mereka. Studi ini mengisi celah penelitian mengenai fandom global di Indonesia dengan menunjukkan bahwa konsumsi budaya populer bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai mekanisme afektif, politik emosi, dan pencarian identitas.
The Taylor Swift Karaoke Party (TSKP) in Yogyakarta is an event organized to acknowledge significant moments in the career of the musician Taylor Swift, such as birthdays, album releases, or award achievements. Departing from the anxieties of young people who experience loneliness, uncertainty, and structural hopelessness, this study examines how the Taylor Swift Karaoke Party creates an alternative social space that enables the formation of public intimacy, emotional cohesion, and collective experiences that appear to replace the absence of conventional support figures and spaces for young people while they are living in Yogyakarta. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach, integrating participant observation of the Taylor Swift Joglosemar community and the Taylor Swift Karaoke Party (TSKP) activities. It also utilizes digital ethnography through online interactions in community groups and social media, particularly TikTok and Instagram. The study was conducted over two months, from April to May 2025, with in-depth interviews taking place in Yogyakarta and Solo. Six key informants participated in the study, each with the criterion that they had participated in TSKP activities more than twice. The results indicate that Taylor Swift Karaoke Party functions as a third place, facilitating a sense of connection, reducing isolation, and providing a means for young people to celebrate, process, and navigate their emotional experiences. This study addresses a significant research gap concerning global fandom in Indonesia by demonstrating that popular culture consumption functions not only as entertainment but also as an affective mechanism, emotional politics, and a form of identity search.
Kata Kunci : Taylor Swift Karaoke Party Yogyakarta, Fandom, Negosiasi, Intimasi.