Efek Pounding Jembatan Penghubung Dua Gedung Bangunan Rumah Sakit Pada Evaluasi Seismik
Sandra Ajeng Liliani, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E.,Ph.D.;Ir. Akhmad Aminullah, S.T.,M.T.,Ph.D., IPU.;
2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Efek pounding antar bangunan merupakan
salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja seismik, terutama pada
struktur dengan jarak celah dilatasi yang terbatas. Penelitian sebelumnya lebih
banyak menyoroti pounding pada bangunan umum, sementara kajian mengenai
rumah sakit sebagai fasilitas vital masih terbatas. Kompleks rumah sakit yang
ditinjau dalam penelitian ini terdiri atas dua gedung utama dan sebuah jembatan
penghubung, yang dirancang dengan jarak antarbangunan berdekatan serta mengacu
pada peraturan lama sehingga tidak memperhitungkan potensi pounding. Mengingat
ketentuan terbaru mensyaratkan analisis pounding pada bangunan dengan
kategori risiko IV, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan
menganalisis pengaruh pounding terhadap kinerja seismik rumah sakit.
Dalam penelitian ini mengikuti standar ASCE
41-17, melalui dua tahap, yaitu Tier 1 dengan checklist untuk
mengidentifikasi potensi kerentanan awal, dan Tier 3 menggunakan Nonlinear
Dynamic Procedure (NDP) berbasis analisis nonlinear time history
untuk menganalisis perilaku nonlinier serta efek pounding antarbangunan.
Pemodelan struktur dilakukan dengan menggunakan frame element untuk
balok dan kolom, shell element untuk pelat dan dinding geser, serta link
gap element untuk merepresentasikan interaksi antar bangunan. Hasil
evaluasi checklist Tier 1 pada komponen struktural menunjukkan
bahwa item terkait adjacent building dinyatakan Non-Compliant, karena
jarak antarbangunan terlalu kecil sehingga berpotensi pounding saat
terjadi gempa. Selanjutnya, pada tahap analisis Tier 3 dilakukan
pemodelan dengan dua kondisi, yaitu (1) model tanpa link gap element di
mana antarbangunan dianggap independen, dan (2) model dengan link gap
element yang merepresentasikan pounding dengan jarak dilatasi
sebesar 5 cm.
Analisis menunjukkan bahwa pada kondisi BSE-1E, simpangan relatif antar bangunan tidak melampaui jarak dilatasi sehingga pounding tidak terjadi, dan struktur masih memenuhi target kinerja Immediate Occupancy dengan batas drift < 1>pounding, yang berakibat pada peningkatan gaya internal dan rotasi plastis pada elemen-elemen struktur. Pada hasil evaluasi Force-Controlled Action (FCA), Deformation-Controlled Action (DCA), serta kurva plastis balok, kolom, dan dinding geser, yang menunjukkan peningkatan nilai rotasi maksimum saat pounding dibandingkan kondisi tanpa pounding.
Structural pounding
between adjacent buildings is a critical factor affecting seismic performance,
particularly in structures with limited separation gaps. While previous studies
have extensively addressed pounding in conventional buildings, research focusing
on hospitals as essential facilities remains scarce. The hospital complex
examined in this study comprises two main buildings and a connecting bridge,
designed under outdated provisions with inadequate separation distances. Given
the current seismic code requirements for Risk Category IV buildings, this
study aims to evaluate and quantify the effects of pounding on the seismic
performance of the hospital complex.
The evaluation was
conducted in accordance with ASCE 41-17 through a two-stage process. Tier 1
utilized a checklist to identify potential vulnerabilities, while Tier 3
applied the Nonlinear Dynamic Procedure (NDP) based on nonlinear time history
analysis. The structural model was developed using the frame elements for beams
and columns, shell elements for slabs and shear walls, and link gap elements to
simulate inter-building interactions. Tier 1 results indicated that the
adjacent building component was classified as Non-Compliant due to insufficient
separation, highlighting the potential for pounding under seismic excitation.
The nonlinear dynamic analysis demonstrated that under BSE-1E, inter-building displacements did not exceed the separation gap, thereby preventing pounding and satisfying the Immediate Occupancy performance objective with drift below 1%. In contrast, under BSE-2E, the relative displacements exceeded the separation distance, causing pounding that led to increased internal forces and plastic rotations in structural members. These findings underscore the necessity of considering pounding effects in the seismic evaluation of critical facilities such as hospitals, particularly those with closely spaced buildings.
Kata Kunci : Efek Pounding, nonlinear time history, rumah sakit, evaluasi seismik