Tahapan Persiapan Perkembangan Penerapan Manajemen Pengetahuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Di Badan Riset Inovasi Nasional
Deli Ardiana, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP., Ph.D ; Safirotu Khoir, S.S., M.IM., Ph.D
2025 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media
Manajemen
Pengetahuan adalah pendekatan sistematis yang memastikan keahlian individu
diubah menjadi aset organisasi terstruktur. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN) sebagai organisasi sentral riset, menerima mandat strategis untuk
mengkoordinasikan Manajemen Pengetahuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
nasional yang diwujudkan melalui SIMP@N sebagai e-government.
Penelitian
bertujuan untuk mendeskripsikan Tahapan Perkembangan Penerapan Manajemen
Pengetahuan SPBE dan Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberhasilannya.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-induktif dengan metode studi
kasus. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan Teori Tiwana (2002) sebagai
proposisi awal untuk mendeskripsikan Tahapan perkembangan penerapan manajemen
pengetahuan SPBE di BRIN dan Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi
keberhasilannya.
Hasil
penelitian menunjukkan penerapan MP SPBE dilakukan dalam lima tahap yaitu:
Tahap 1 persiapan kajian dan inisiasi kebijakan Pra BRIN tahun
2018-2021, Tahap 2 persiapan kelembagaan dan sumber daya di internal BRIN tahun
2022-2023, Tahap 3 persiapan pengembangan sistem informasi (SIMP@N) di tingkat
nasional tahun 2024, Tahap 4 peluncuran dan pembangunan sistem di tingkat
nasional tahun 2025, Tahap 5 tata kelola berkelanjutan dan evaluasi kematangan
di tingkat nasional. Ditemukan tujuh faktor yang mempengaruhi faktor
perkembangan MP SPBE di BRIN yaitu; Regulasi, Kepemimpinan, sumber daya
manusia, infrastruktur, proses pengetahuan, manajemen perubahan, dan
akuntabilitas dan kinerja. Hasil penelitian diharapkan dapat menyumbangkan
konseptual bagi perkembangan konsep MP di sektor publik.
Kata Kunci:
Manajemen Pengetahuan, SIMP@N SPBE, e-government, BRIN
Knowledge
Management is a systematic approach that ensures individual expertise is
converted into structured organizational assets. The National Research and
Innovation Agency (BRIN), as the central research organization, received a
strategic mandate to coordinate the national Electronic-Based Government System
(SPBE) Knowledge Management, which is realized through SIMP@N as an
e-government initiative.
The
research aims to describe the Development Stages of SPBE Knowledge Management
Implementation and to identify the factors influencing its success. The study
uses a qualitative-inductive approach with a case study method. Analysis was
conducted using Tiwana's Theory (2002) as an initial proposition to describe
the stages of SPBE knowledge management implementation at BRIN and to identify
the factors influencing its success.
The
results show that the implementation of SPBE KM is carried out in five stages:
Stage 1 preparation of studies and policy initiation before BRIN (2018-2021),
Stage 2 institutional and resource preparation within BRIN (2022-2023), Stage 3
preparation for information system (SIMP@N) development at the national level
(2024), Stage 4 launch and system development at the national level (2025), and
Stage 5 sustainable governance and maturity evaluation at the national level.
Seven factors were found to influence the development of SPBE KM at BRIN:
Regulation, Leadership, Human Resources, Infrastructure, Knowledge Process,
Change Management, and Accountability and Performance. The research findings
are expected to contribute conceptually to the development of the KM concept in
the public sector.
Keywords: Knowledge Management, SIMP@N SPBE, e-government, BRIN
Kata Kunci : Kata Kunci: Manajemen Pengetahuan, SIMP@N SPBE, e-government, BRIN