Laporkan Masalah

Dampak Revisi Kode Komersial 1993 Terhadap Tata Kelola Perusahaan Di Jepang: Studi Kasus Soukaiya

VIRGINIA AYU KUMALA, Anisa Ledy Umoro, S.S., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Penelitian ini membahas dampak Revisi Kode Komersial Jepang tahun 1993 terhadap tata kelola perusahaan, dengan fokus pada praktik soukaiya—pemerasan melalui manipulasi rapat umum pemegang saham. Sebelum revisi, struktur keiretsu dan lemahnya regulasi menciptakan celah bagi soukaiya untuk menekan perusahaan secara terbuka. Revisi dilakukan untuk meningkatkan transparansi, memperkuat akuntabilitas, dan memberikan perlindungan hukum yang lebih jelas terhadap praktik pemerasan ini.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis perubahan kebijakan melalui studi literatur dan menyoroti kasus Nissan sebagai ilustrasi kerentanan perusahaan sebelum revisi. Temuan menunjukkan bahwa revisi berhasil memperketat hak suara, meningkatkan transparansi keuangan, membatasi hak proposal pemegang saham minoritas, serta memperkenalkan sistem pengawasan internal yang lebih independen.

Berdasarkan teori institusional, penelitian ini menjelaskan bagaimana tekanan regulatif dan kebutuhan akan legitimasi mendorong perubahan struktural dalam perusahaan. Meskipun praktik soukaiya belum sepenuhnya hilang, dampaknya berkurang secara signifikan setelah revisi dilakukan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman hubungan antara regulasi formal, praktik informal, dan transformasi tata kelola perusahaan di Jepang.

This study analyzes the impact of the 1993 Revision of the Japanese Commercial Code on corporate governance, focusing on the practice of soukaiya—a form of corporate extortion involving shareholder meetings. Before the revision, the keiretsu structure and weak regulatory oversight allowed loopholes for soukaiya to openly pressure companies. Revisions were made to increase transparency, strengthen accountability, and provide clearer legal protection against this extortion practice.

This study uses a qualitative approach with a case study method to analyzes policy change through a literature review and highlights the Nissan case as an illustration of the company's vulnerability before the revision. The findings show that the revision successfully tightened voting rights, increased financial transparency, introduced limitations on proposal rights, and introduced a more independent internal control system.

Based on institutional theory, this study explains how regulatory pressures and the need for legitimacy drive structural changes within companies. Although the practice of soukaiya has not completely disappeared, its impact was significantly reduced after the revisions were made. This research contributes to the understanding of the relationship between formal regulation, informal practices, and corporate governance transformation in Japan.

Kata Kunci : Revisi Kode Komersial 1993, soukaiya, tata kelola perusahaan, Jepang, teori institusional

  1. S1-2025-463140-abstract.pdf  
  2. S1-2025-463140-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-463140-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-463140-title.pdf