ANALISIS PENGARUH INKLUSI KEUANGAN TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN DI NEGARA BERKEMBANG MENGGUNAKAN INDIKATOR ACCESS DAN USAGE
NOVAN PERMANA, Jogiyanto Hartono M, Prof., Dr., MBA., Ak., CMA., CA.,
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Tujuan: Penelitian ini menganalisis perkembangan inklusi keuangan berdasarkan indikator access dan usage serta menelaah pengaruhnya terhadap profitabilitas perbankan di negara berkembang.
Desain penelitian: Analisis mencakup sektor perbankan di tujuh negara berkembang selama periode 2014–2023. Indeks inklusi keuangan konvensional, digital, dan gabungan dibentuk menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dari berbagai variabel access dan usage. Pengaruh inklusi keuangan terhadap profitabilitas perbankan dianalisis menggunakan model panel dinamis dengan estimasi two-step Generalized Method of Moments (GMM).
Temuan: Penelitian ini berhasil menunjukkan adanya polarisasi tren inklusi keuangan di berbagai negara yang diteliti, yakni terdapat kelompok negara yang relatif unggul dalam inklusi keuangan konvensional serta kelompok negara yang unggul dalam inklusi keuangan digital. Adapun negara yang unggul dalam inklusi keuangan digital, secara relatif memiliki inklusi keuangan gabungan yang lebih baik. Selanjutnya, hasil uji statistik mengindikasikan bahwa inklusi keuangan digital dan gabungan secara negatif berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan, sedangkan inklusi keuangan konvensional tidak terbukti berpengaruh terhadap proftiabilitas perbankan.
Kebaruan: Penelitian ini memperluas khasanah penelitian mengenai inklusi keuangan, khususnya di negara berkembang, dengan memberikan analisis yang komprehensif mengenai inklusi keuangan konvensional, digital, dan gabungan.
Implikasi praktis bagi perbankan dan regulator: Berdasarkan hasil penelitian, penting bagi industri/ perbankan untuk fokus pada peningkatan pemanfaatan layanan keuangan melalui berbagai strategi dan managerial discretion, serta bersama-sama dengan pemerintah untuk memperkuat ekosistem pembayaran nontunai dan digital melalui berbagai program inklusi keuangan. Selain itu, Bank Sentral juga wajib memitigasi dan meminimalisasi risiko disrupsi perbankan oleh fintech melalui berbagai program.
Purpose: This study examines the development of financial inclusion based on access and usage indicators and investigates its effect on banking profitability in developing countries.
Design/methodology/approach: The analysis covers banking sectors in seven developing countries over 2014–2023. Conventional, digital, and composite financial inclusion indices were constructed using Principal Component Analysis (PCA) from multiple access and usage variables. The impact of financial inclusion on banking profitability was assessed using a dynamic panel data model estimated with the two-step Generalized Method of Moments (GMM).
Findings: The results reveal a polarization in financial inclusion trends: some countries excel in conventional financial inclusion, while others lead in digital inclusion, with higher digital inclusion associated with stronger composite scores. Statistically, digital and composite financial inclusion negatively affect banking profitability, whereas conventional financial inclusion has no significant impact.
Novelty: This study provides a comprehensive comparative analysis of conventional, digital, and composite financial inclusion, contributing to the literature on financial inclusion in developing countries.
Practical implications: Banks should prioritize increasing the effective use of financial services through strategic and managerial initiatives and collaborate with governments to enhance digital and cashless payment ecosystems. Central banks should also mitigate potential risks from fintech disruptions through appropriate regulatory and supervisory measures.
Kata Kunci : Inklusi Keuangan, Inklusi Keuangan Konvensional, Inklusi Keuangan Digital, Profitabilitas Perbankan