Analisis Penggunaan Yakuwarigo dalam Anime Katekyo Hitman Reborn!
Crystal Calista Katyusha Prasetya, Dr. Wiwik Retno Handayani, S.S., M.Hum.
2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG
Yakuwarigo atau bahasa peran merupakan ragam bahasa virtual yang digunakan dalam karya fiksi Jepang untuk mencerminkan stereotip karakteristik tokoh. Penelitian ini membahas penggunaan yakuwarigo dalam anime Katekyo Hitman Reborn! (KHR) dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis, fungsi, dan faktor yang memengaruhi kemunculan yakuwarigo pada tokohnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat terhadap dialog sembilan tokoh yang dianggap merepresentasikan yakuwarigo dalam anime tersebut. Analisis data menggunakan teori yakuwarigo dari Kinsui (2003) yang mengelompokkan pola bahasa peran berdasarkan stereotip linguistik dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis yakuwarigo yang muncul dapat diklasifikasikan menjadi tiga klasifikasi utama, yaitu berdasarkan gender (danseigo, joseigo, dan okama kotoba), berdasarkan zaman (bushi kotoba), dan berdasarkan usia (roujingo). Fungsi yakuwarigo yang ditemukan meliputi empat ranah utama, yaitu fungsi identitas sosial (menandai gender, usia, dan kelas sosial), fungsi relasional (menunjukkan keakraban dan hierarki sosial), fungsi emosional (mengekspresikan perasaan dan intensitas emosi), serta fungsi naratif (membangun karakter dan dinamika cerita). Penelitian ini juga menemukan tiga faktor yang memengaruhi penggunaan yakuwarigo, yaitu faktor sosial (gender dan usia), faktor historis (era atau zaman yang direpresentasikan oleh tokoh), dan faktor karakterisasi (kebutuhan dramatik dan estetika narasi). Beberapa temuan menarik muncul dalam penelitian ini, seperti karakter queer Lussuria yang menggunakan okama kotoba untuk menegaskan identitas gendernya, Lal Mirch yang menggunakan danseigo meskipun berjenis kelamin perempuan, serta Basil yang menggunakan bushi kotoba padahal hidup di era modern. Hal ini menunjukkan bahwa yakuwarigo tidak selalu mengikuti stereotip linguistik secara kaku, melainkan berfungsi fleksibel sesuai kebutuhan karakterisasi dan konteks cerita.
Yakuwarigo, or role language, is a type of virtual
language used in Japanese fiction to reflect stereotypical character traits.
This study discusses the use of yakuwarigo in the anime Katekyo
Hitman Reborn! (KHR) with the aim of identifying the types, functions, and
factors that influence the appearance of yakuwarigo in its characters.
This study uses a qualitative method with data collection techniques in the
form of listening and noting the dialogues of nine characters who are
considered to represent yakuwarigo in the anime. Data analysis
uses Kinsui's (2003) yakuwarigo theory, which classifies role language
patterns based on linguistic and social stereotypes. The results of the study
show that the types of yakuwarigo that appear can be classified into
three main classifications, namely based on gender (danseigo, joseigo,
and okama kotoba), based on era (bushi kotoba), and based on age
(roujingo). The functions of yakuwarigo found include four main
areas, namely social identity function (marking gender, age, and social class),
relational function (showing familiarity and social hierarchy), emotional
function (expressing feelings and emotional intensity), and narrative function
(building characters and story dynamics). This study also found three factors
that influence the use of yakuwarigo, namely social factors (gender and
age), historical factors (the era or period represented by the character), and
characterisation factors (dramatic and aesthetic narrative requirements). Several
interesting findings emerged in this study, such as the queer character
Lussuria, who uses okama kotoba to assert his gender identity; Lal
Mirch, who uses danseigo even though she is female, and Basil, who uses bushi
kotoba even though he lives in the modern era. This shows that yakuwarigo
does not always strictly follow linguistic stereotypes but functions flexibly
according to the needs of characterisation and the context of the story.
Kata Kunci : yakuwarigo, sosiolinguistik, stereotip