Laporkan Masalah

Transformasi Eksistensi Perempuan dalam Tiga Novel Penulis Laki-Laki Palestina: Analisis Feminisme Eksistensialis Simone de Beauvoir

Winaldy Maulidan, Dr. Mahmudah, S.S., M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri transformasi eksistensi perempuan Palestina dalam tiga periode sejarah yang berbeda dan representasi perempuan Palestina oleh novelis laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pisau analisis feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir melalui pembacaan terhadap tiga novel Palestina, yaitu al-Ma`iq karya Jamil as-Salhut, Madihun li Nisa`i al-'A`ilati karya Mahmud Syuqair, dan A'rasu Aminata karya Ibrahim Nasrallah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi perempuan Palestina mengalami transformasi dari imanensi menuju transendensi seiring perubahan sosial, budaya, dan politik bangsanya. Bentuk-bentuk imanensi yang muncul mencakup mistifikasi perempuan sebagai mesin reproduksi, subordinasi melalui pembatasan hak bersuara, domestifikasi, dan penindasan, serta transformasi imanensi yang berubah dari kendali adat dan keluarga menuju tekanan penjajahan Israel. Sementara itu, bentuk-bentuk transendensi tampak melalui intelektualisasi perempuan dalam pendidikan dan pekerjaan, kontribusi sosial dalam perjuangan nasional dan kemanusiaan, serta transformasi transendensi berupa peningkatan kesadaran diri, perluasan mobilitas, dan perubahan peran perempuan dari ranah domestik menuju ruang publik.

Melalui representasi ketiga novelis laki-laki, terlihat transformasi cara pandang terhadap perempuan Palestina. Novelis Jamil as-Salhut menampilkan perempuan Palestina yang menerima posisi mereka sebagai the Other dan melebur dalam nilai patriarki. Kemudian, Mahmud Syuqair menghadirkan ambivalensi antara perempuan yang melanggengkan dan menolak posisi sebagai the Other. Adapun Ibrahim Nasrallah menulis tokoh perempuan sebagai agen moral dan politik dalam perjuangan bangsanya. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi eksistensi perempuan Palestina merupakan proses dinamis yang bergerak antara keterikatan dan kebebasan melalui bentuk-bentuk imanensi dan transendensi yang terus bertransformasi mengikuti konteks sejarah Palestina


This study examines the transformation of Palestinian women’s existence across three different historical periods and its representation in works written by male novelists. Using a qualitative descriptive method and Simone de Beauvoir’s existentialist feminism as the analytical framework, the study focuses on three Palestinian novels, al-Ma`iq by Jamil as-Salhut, Madihun li Nisa`i al-'A`ilati by Mahmud Syuqair, and A'rasu Aminata by Ibrahim Nasrallah.

The findings show that Palestinian women undergo a transformation from immanence to transcendence shaped by the social, cultural, and political conditions of their time. The forms of immanence depicted in the novels include the mystification of women as reproductive machines, subordination through restricted voice and agency, domestication, and various modes of oppression, as well as the shifting manifestations of immanence itself, from customary and familial control to the pressures of Israeli occupation. Meanwhile, forms of transcendence emerge through women’s intellectual development in education and employment, their social contribution to national and humanitarian struggle, and the transformation of transcendence marked by growing self-awareness, expanded mobility, and changes in their roles from domestic actors to participants in public life.

Across the three novels, the representation of women further reflects a transformation in male authors’ perspectives. Jamil as-Salhut portrays women who internalize and accept their assigned position as the Other within patriarchy, Mahmud Syuqair presents an ambivalent landscape in which some women reproduce patriarchal norms while others resist them, and Ibrahim Nasrallah depicts women as moral and political agents within the Palestinian national struggle. Overall, this study argues that the transformation of Palestinian women’s existence is a dynamic process that moves between constraint and freedom, shaped by shifting forms of immanence and transcendence that structure their lived experience.

Kata Kunci : feminisme eksistensialis, imanensi, novel Palestina, patriarki, perempuan Palestina, transendensi

  1. S2-2025-529502-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529502-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529502-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529502-title.pdf