Tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya dikecamatan Banyumanik kabupaten Semarang
Herry Christanto, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerkembangan suatu wilayah senantiasa diikuti peningkatan kebutuhan penduduk dan peningkatan aktivitasnya. Peningkatan aktivitas penduduk mengakibatkan peningkatan jumlah pergerakan yang seringkali memunculkan problem transportasi. Timbulnya problem transportasi merupakan konsekuensi logis dari pesatnya pertumbuhan suatu wilayah, urbanisasi dan fenomena-fenomena pembangunan lainnya. Pembengkakan jumlah pergerakan seringkali tidak dapat diimbangi oleh ketersediaan sistem pergerakan dan sistem jaringan yang ada. Permasalahan yang muncul di Kecamatan Banyumanik adalah perubahan sistem kegiatan yang sedemikian pesat yang tidak diimbangi dengan perkembangan sistem jaringan sehingga berpengaruh besar terhadap kondisi operasional jalan dalam melayani sistem pergerakan. Kondisi operasional jalan ditunjukkan oleh tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya (TPLJ) berdasarkan arus lalu lintas, TPLJ berdasarkan fasilitas, maupun TPLJ ditinjau dari keduanya. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui keterkaitan antara sistem kegiatan dominan tepi jalan terhadap tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya, membandingkan tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya antar SBWK di Kecamatan Banyumanik. Metode pengumpulan data mencakup pengumpulan data primer yang berupa survei inventarisasi jalan, survei arus lalu lintas, dan wawancara pihak terkait serta pengumpulan data sekunder yang berasal dari institusi-institusi terkait. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa derajat kejenuhan, analisa nisbah waktu perjalanan, analisa tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya, analisa keterkaitan antara tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya dengan sistem kegiatan dominan, analisa komparatif tingkat pelayanan lalu lintas jalan raya antarSBWK, dan analisa prioritas penanganan transportasi. Berdasarkan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Di Kecamatan Banyumanik, terdapat 47,06 persen jalan/ruas jalan dengan TPLJ berdasarkan arus lalu lintas berkategori baik, 25,49 persen berkategori sedang, 27,45 persen berkategori buruk. Jalan/ruas jalan dengan TPLJ berdasarkan arus lalu lintas dengan kategori buruk di Kecamatan Banyumanik disebabkan oleh: besarnya arus lalu lintas yang melebihi kemampuan/daya tampung jalan/ruas jalan, jalan/ruas jalan tersebut merupakan jalan propinsi yang dilalui tidak hanya oleh arus lalu lintas internal tetapi dilalui oleh arus lalu lintas yang berasal dari bagian Selatan Kota Semarang yang menuju Kota Semarang dengan melalui ruas jalan di Kecamatan Banyumanik tersebut, dan sebaliknya. TPLJ berdasarkan fasilitas memiliki komposisi 29,41 persen jalan/ruas jalan berkategori baik, 29,41 persen berkategori sedang dan 41,18 persen berkategori buruk. Sistem kegiatan pada TPLJ berdasarkan arus lalu lintas berkategori buruk lebih didominasi oleh kegiatan perdagangan dan industri. Sistem kegiatan pada TPLJ berdasarkan fasilitas berkategori buruk lebih didominasi oleh kegiatan permukiman. SBWK III memiliki TPLJ berdasarkan arus lalu lintas yang paling baik dibanding SBWK 1 dan SBWK II. Ketiga SBWK memiliki TPLJ berdasarkan fasilitas dalam kategori yang sama, yaitu tingkat pelayanan berkategori sedang.
The development of a region is always followed by mcrease of people needs and activities. Increase of people activity causes the increase of total movement that often makes transportation problems arise. Emergence of transportation problem is the logical consequence of the fast region growth, urbanization, and the other development phenomena. The enlargement of total movement sometimes cannot be counterbalance bythe supplies of movement system and network system. The problem which in Kecamatan Banyumanik is a fast change of activity system that does not be counterbalanced by network system development so that gives a big influence to operational condition on the road in serving movement system. The operational condition on the road is indicated hy level of highway traffic service (LHTS). The aims of this research are to know the level of highway traffic service (LHTS) base on traffic flow, LHTS base on facilities and also LHTS is perceived by both of them. The research is also aims to know the relation between dominant activity system on the side of road and the LHTS, to compare LHTS inter SBWK in Kecamatan Banyumanik. Method of data collections include primary data collections that are the road inventory survey the traffic flow survey, and the interview with related persons, and also secondary data collection from related institutions. Technique of data analyses that are used in this research are analysis of degree of saturation, analysis of travel time ratio, analysis of LHIS, analysis of the relation between LHTS with dominant activity system, comparative analysis of LHTS interSBWK, and transportation treatment priority analysis. Base on these analyses, the conclusions that can be drawn are: in Kecamatan Banyumanik, 47.06 percent roads/segment of roads has a good category in LHTS base on traffic flow, 25.49 percent have medium category, and 27.45 percent have had category. Roads/segment of roads with LHTS which are base on traffic flow that have bad categoryin Kecamatan Banyumanik caused by: total traffic flow more than road capacity, the roads/segment of roads are the provincial road that is not only passed by internal traffic flow but also external traffic flow from South of Semarang city which go to Semarang city trough the roads in Kecamatan Banyumanik and on the contrary. LHTS that base on facility have composition: 29.41 percent roads/segment of roads have good category, 29.41 percent roads/segment of roads have medium category and 41.18 percent have had category. The activity system in LHTS that hase on traffic flow which has bad category is more dominated by trading activity and industry. The activity system in LHTS that base on facility which has bad category is more dominated by housing activity. SBWK III have better category in LHTS that base on traffic flow than SBWK I and SBWK II. All of SBWK have medium category in LHTS base on facility.
Kata Kunci : Pelayanan lalu lintas,Lalulintas Jalan raya,Banyumanik,Semarang,Jawa Tengah