Laporkan Masalah

Industri alkohol di desa Bekonang kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah

Irayani Muspiyati, Drs. Soewadi Mulyowiyono, M.S.; Dra. Kistini, M.S.

2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Industi alkohol di Desa Bekonang merupakan industri rumah tangga yang bersifat turun temurun. Sebagian besar pengusaha industri alkohol mempunyai pekerjaan ganda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) faktor produksi dan nonproduksi yang paling mendorong pengusaha industri alkohol untuk mengusahakan industri alkohol, 2) Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi etanol dan alkohol, 3) pemasaran etanol dan alkohol yang meliputi: sistem, jumlah, dan daerah pemasaran, 4) besarnya sumbangan pendapatan dari usaha industri alkohol terhadap pendapatan total rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus. Macam data yang digunakan yaitu data primer melalui wawancara langsung kepada responden menggunakan koesioner yang telah disiapkan. Pengusaha industri alkohol merupakan responden dalam penelitian ini sebanyak 80 orang dan sebagian besar mempunyai pekerjaan ganda. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisa data menggunakan analisa tabel frekwensi, tabel silang, dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata alasan utama mengusahakan industri alkohol adalah faktor produksi (bahan baku) sebesar 60% sedangkan faktor nonproduksi (meneruskan usaha keluarga) sebesar 70%. Faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap nilai produksi adalah faktor 1) modal 2) bahan tambahan 3) bahan baku 4) bahan bakar dan 5) tenaga kerja. Faktor bahan tambahan, bahan baku, bahan bakar, dan tenaga kerja dikatakan berpengaruh terhadap nilai produksi tetapi tidak signifikan terhadap nilai produksi. Faktor modal merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi. Hal ini disebabkan jumlah produksi ditentukan oleh besarnya modal yang digunakan üntuk membeli bahan baku tetes tebu, bahan tambahan NaOH, bahan bakar kayu, biaya transportasi untuk input, dan biaya transportasi untuk output. Dalam penelitian ini ternyata sumbangan pendapatan pengusaha industri alkohol terhadap pendapatan total rumah tangga lebih kecil sebesar 27,06% dibandingkan dengan sumbangan pendapatan rumah tangga dari usaha nonindustri alkohol, meliputi: pedagang sebesar 31,11%, pegawai negeri sebesar 16,69%, jasa sebesar 14,66%, dan petani sebesar 9,48%.

Usually alcohol industry in Bekonang is home industry which hereditary industry. A large part industrialist alcohol industry have multiple works. The aims of this research are to find out about 1) production and nonproduction factors which to be main reason industrialist to have alcohol industry, 2) production factors which mostly have influence on etanol and alcohol production value, 3) Etanol and alcohol marketing which cover system, quantity and market area, 4) the contribution to earning of alcohol industry to a total income. The research method is census method. The type of data are primary by interviewing industrialist as respondents, using quesionary. Secondary data is collected from connected institution. Data analysis using frequency table analysis, cross table analysis and multiple regression. The research result shows that the main reason industrialist to have this industry are production factor of (raw material) is amount of 60% whereas nonproduction factor which (continuing family initiative), in amount of 70%. Production factors that influential on production value are 1) capital factor 2) additional material factor 3) raw material 4) fuel material factor and 5) labour factor. Additional material factor, raw material factor, fuel material factor, and labour factor have influence; but not significantly, on the production value. Capital factor is the main factor that influences the production value. It is due to the fact that production is determined by capital which is used to buy malase as raw material, NaOH as additional material, wood as fuel, transportation cost for input and output. This research found that contribution of earning the total income is amount 27,06% while non alcohol industry income, which cover: trade is amount 31,11%, civil servant is amount 16,69%, service is amount 14,66%, and farmer is amount 9,48%.

Kata Kunci : Industri alkohol,Mojolaban,SukoharjoJawa Tengah

  1. S1-2002-Irayani_Muspiyati-abstract.PDF  
  2. S1-2002-Irayani_Muspiyati-bibliography.PDF  
  3. S1-2002-Irayani_Muspiyati-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2002-Irayani_Muspiyati-title.PDF