Perubahan penggunaan lahan tahun 1985 dan 1991 serta faktor penyebabnya di tiga desa di kotamadia Bengkulu
Irsyad Yusra, Drs. St. M. Tohardi
1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian mengenai per-ubahan penggunaan lahan tahun 1985 dan 1991 di Dea Sidomulyo, Tan-jungagung, dan Rawamakmur, Kotamadia Bengkulu. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan secara jelas agihan keruangan, jumlah persil, luas, dan jenis perubahan penggunaan lahan, serta keeratan hubungan antara faktor-faktor ketinggian wilayah, kemiringan lahan, keadaan drainase, kedalaman air tanah, pertambahan penduduk, aksese-bilitas, kemudahan memperoleh lahan, pendidikan pemilik lahan, mata pencaharian pokok pemilik lahan, dan daerah asal pemilik lahan de-ngan perubahan penggunaan lahan yang terjadi di daerah penelitian sejak tahun 1985-1991. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Langkah-langkah penelitian yaitu: (1) observasi lapangan, ditujukan untuk memperoleh data dan gambaran yang jelas tentang perubahan penggunaan lahan yang terjadi; dan (2) wawancara secara lebih detil dengan res-ponden sampel. Responden sampel terdiri dari pemilik, penggarap, atau orang yang diserahi mengurus suatu persil lahan yang terpilih sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian dipilih secara acak berdasarkan proporsi populasi yang ada di tiap desa. Untuk menganalisis data, digunakan analisis tabel frekuensi, analisis tabel silang, dan analisis statistik. Analisis statistik yang diterapkan terdiri atas analisis korelasi "Product-Moment" dan analisis koefisien korelasi tata jenjang Spearman. Hasil penelitian berupa agihan keruangan perubahan penggunaan lahan yang terjadi, disajikan dalam bentuk peta dengan skala 1: 5.000. Pertambahan penduduk, daerah asal penduduk, keadaan drainase, dan aksesebilitas, adalah faktor-faktor yang erat hubungannya dengan perubahan penggunaan lahan sejak tahun 1985-1991 di daerah peneliti-an. Koefisien korelasi masing-masing faktor tersebut adalah 0,999; 0,883; 0,7125; dan 0,650. Faktor-faktor lain yang terdiri atas pen-didikan pemilik lahan, kemudahan memperoleh lahan, ketinggian wila-yah, kedalaman air tanah, dan mata pencaharian pokok pemilik lahan, hubungannya relatif sangat lemah dengan perubahan penggunaan lahan yang terjadi. Bahkan tidak terbukti adanya hubungan antara faktor kemiringan lahan dengan perubahan penggunaan lahan tersebut. Sebagian besar perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan perumahan. Lahan perumahan tersebut, sebagian besar terjadi pada kawasan jalan ling-kungan, sedangkan perubahan pada kawasan jalan arteri sekunder dan jalan kolektor sekunder, kebanyakan diubah menjadi lahan perusahaan
-
Kata Kunci : Perubahan penggunaan lahan,Bengkulu