Kajian keunggulan komparatif kab. Mojokerto terhadap SWP Gerbakertosusilo untuk pengembangan kawasan industri
Nurul Qodriyah, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. Djarot Sadharto W., M.Sc.
2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini berjudul Kajian Keunggulan Komparatif Kabupaten Mojokerto terhadap SWP Gerbangkertosusila untuk Pengembangan Kawasan Industri. Daerah penelitian utama adalah Kabupaten Mojokerto, dan sebagai daerah pembanding adalah kabupaten/kotamadya di SWP (Satuan Wilayah Pembangunan) Gerbangkertosusila yang meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kotamadya Mojokerto, Kotamadya Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Lamongan. Tujuan penelitian adalah menentukan tingkat keunggulan komparatif Kabupaten Mojokerto dan kabupaten/kotamadya SWP Gerbangkertosusila dengan mengidentifikasi keunggulan sektor industri dan mengkaji keunggulan faktor lokasi untuk pengembangan kawasan industri dan menyusun rekomendasi arahan kebijakan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Mojokerto dan kabupaten/kotamadya SWP Gerbangkertosusila. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa data sekunder tahun 1993-1998. Keunggulan sektor industri wilayah diidentifikasi dalam 3 tingkat klasifikasi tinggi, sedang dan rendah melalui variabel: proporsi sektor industri dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto, proporsi tenaga kerja sektor industri dan proporsi jumlah usaha industri dengan menggunakan teknik analisis location quotient, shift share dan multiplier effect. Keunggulan faktor lokasi wilayah dikaji melalui analisis pembiayaan pembangunan daerah, analisis perkembangan investasi dan analisis scallling variabel faktor lokasi yang meliputi luas lahan tersedia, kepadatan jalan aspal, proporsi panjang jalan dalam kondisi sedang ke atas, jumlah fasilitas ekonomi, proporsi daya listrik untuk industri, kepadatan sungai, jumlah volume air Perusahaan Daerah Air Minum, proporsi lulusan SLTP keatas terhadap jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas, proporsi jumlah usaha industri besar dan sedang terhadap seluruh jumlah usaha industri dan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah. Hasil scalling diklasifikasi menggunakan klasifikasi statistik Andi dan Barizi (1975) dalam 3 klasifikasi tinggi, sedang dan rendah. Tingkat keunggulan komparatif wilayah ditentukan melalui hasil penentuan tingkat keunggulan sektor industri dan tingkat keunggulan faktor lokasi dengan menggunakan analisis 4 kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto berada pada tingkat posisi kuadran I dengan kategori keunggulan komparatif potensial tinggi dan keunggulan komparatif riil tinggi. Sebagai wilayah pembanding diketahui pula tingkat keunggulan komparatif Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kotamadya Surabaya dan Kotamadya Surabaya yang berada pada tingkat posisi kuadran I, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bangkalan pada tingkat posisi kuadran III dengan kategori keunggulan komparatif potensial rendah dan keunggulan komparatif riil rendah. Dengan hasil tersebut Kabupaten Mojokerto direkomendasikan untuk menjadi wilayah pengembangan kawasan industri, tetapi Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kotamadya Surabaya dan Kotamadya Mojokerto tidak direkomendasikan karena pertimbangan hasil penentuan tingkat keunggulan sektor industri, analisis pembiayaan daerah, perkembangan investasi dan tata ruang wilayah. Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Lamongan tidak direkomendasikan karena tingkat keunggulan komparatif yang rendah tidak menguntungkan untuk pengembangan kawasan industri, baik bagi wilayah sendiri maupun bagi investor. Peningkatan sektor industri dan pembangunan wilayah di kedua kabupaten ini dapat dilakukan dengan peningkatan sektor pertanian dan peningkatan industri kecil dan kerajinan yang telah ada.
-
Kata Kunci : Kawasan Industri,Keunggulan komparatif,Mojokerto,Jawa Timur