Laporkan Masalah

THE EFFECT OF PERCEIVED FREQUENT LEADERSHIP CHANGES ON EMPLOYEES’ RESISTANCE TO CHANGE: EXPLORING THE MODERATING ROLE OF EMPLOYEES’ WELFARE - A CASE STUDY ON INDONESIAN-OWNED CONSTRUCTION COMPANIES.

Muhammad Rafi Sheva Zain, Drs. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D

2025 | Skripsi | MANAJEMEN

Perubahan kepemimpinan telah banyak dibahas oleh peneliti sebelumnya sebagai fenomena yang berdampak pada karyawan, terlepas dari jenis organisasi maupun industri tempat organisasi tersebut beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi karyawan terhadap kemunculan perubahan kepemimpinan yang terjadi secara berulang serta dampak yang ditimbulkannya bagi organisasi. Studi ini menggunakan suatu model yang menelaah hubungan langsung antara frekuensi perubahan kepemimpinan dan resistensi terhadap perubahan, dengan kesejahteraan karyawan sebagai variabel moderasi yang berperan memengaruhi hubungan tersebut.

Penelitian melibatkan 186 responden yang merupakan karyawan tetap pada sebuah perusahaan konstruksi milik Indonesia, yang beroperasi dan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan dan diisi secara elektronik melalui kanal HRM perusahaan. Dengan menggunakan perangkat lunak SPSS dan teknik analisis regresi PROCESS Macro, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya frekuensi pergantian kepemimpinan berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya resistensi karyawan terhadap perubahan organisasi, karena kondisi tersebut menciptakan tekanan psikologis, ketidakpastian, serta penurunan tingkat kepercayaan.

Namun demikian, sistem kesejahteraan karyawan yang kuat—termasuk jaminan keamanan kerja dan pengembangan karier—mampu berfungsi sebagai penyangga (buffer) yang mengurangi dampak negatif dari ketidakstabilan kepemimpinan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi aspek kesejahteraan karyawan ke dalam strategi organisasi untuk memitigasi efek disruptif dari perubahan kepemimpinan serta menjaga keterlibatan karyawan. Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian mengenai perubahan organisasi, dan secara praktis menawarkan wawasan bagi para pemimpin maupun praktisi HR di lingkungan kerja dengan tingkat pergantian kepemimpinan yang tinggi. Temuan ini menyoroti bahwa memprioritaskan kesejahteraan karyawan dapat memperkuat resiliensi organisasi dalam menghadapi ketidakpastian kepemimpinan.

The occurrence of leadership changes has been discussed by multiple previous researchers as having an impact on employees, regardless of the type of organization or the industry in which it operates. This study aims to explore employees' perceptions regarding the repetitive occurrence of changes in leadership as well as the subsequent impact on the organization. It uses a model that examines the direct relationship between frequent leadership changes and resistance to change, with the plausible impact of employees' welfare playing a moderating role between the two. The study involved 186 respondents who are permanent employees working within an Indonesian-owned construction company, which operates in and originates from various regions of Indonesia. Data was collected through a structured questionnaire, which was distributed and administered electronically via the company’s HRM channel. Using SPSS and the regression data analysis method PROCESS Macro, the results show that frequent leadership transitions significantly contribute to employee resistance to organizational change, as they create psychological strain, uncertainty, and diminished trust. However, strong employee welfare systems, including job security and career development, serve as a protective barrier, reducing the negative impact of leadership instability. The study emphasizes the importance of integrating employee welfare into organizational strategy to mitigate the disruptive effects of leadership changes and maintain employee engagement. This research contributes to both the theory of organizational change and the practical tools for leaders and HR practitioners in high-turnover environments. The study highlights that prioritizing employee well-being can foster resilience within leadership uncertainty.

Kata Kunci : Frequent Leadership Change, Employee Welfare, Employee Resistance to Change, Leadership, Resistance to change, Welfare

  1. S1-2025-438356-abstract.pdf  
  2. S1-2025-438356-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-438356-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-438356-title.pdf