Teknologi Kloning Dalam Manga "One Piece" Karya Eiichiro Oda Ditinjau dari Perspektif Filsafat Teknologi Gilbert Simondon
Muhammad Ikhsan, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin M.Hum., Ph.D of Arts.; Drs. Imam Wahyudi, M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Sebuah
karya fiksi berakar dari kehidupan realita yang sejatinya memuat banyak
problematika yang diangkat di dalamnya, termasuk teknologi. Sifat metafora
karya fiksi ditambah visualisasi imajiner teknologi yang sangat maju justru
semakin membuat karya fiksi diremehkan. Dilain sisi, bagaimana jikalau karya
fiksi justru menjadi sebuah inspirasi bagi para peneliti untuk menceiptakan
teknologi yang futuristik sehingga menyebabkan perubahan besar terhadap
peradaban, tentunya tidak dicapai dengan instan, tetapi berproses dan bertahap.
Tujuan dalam penelitian ini adalah reflektif dengan cara mengungkap, mengidentifikasi,
dan menganalisis pemahaman baru mengenai teknologi, subjek, dan identitas dalam
karya fiksi populer, khususnya One Piece (Chapter 1058-1125) yang
dianalisis melalui perpsektif teori individuasi Gilbert Simondon.
Penelitian
ini merupakan kajian deskriptif kualitatif dengan model pendekatan Hermeneutik
yang berupaya menganalisis pra-individuasi hingga proses transindividuasi yang
terjadi pada para Dr.Vegapunk dalam manga yang berjudul One Piece
(Chapter 1058-1125) dengan teknik analisis data secara deskriptif,
interpretatif, dan historis.
Hasil
dari penelitian ini terbagi menjadi dua poin. Pertama, genre teknologi yang
diangkat dalam karya fiksi merupakan isu yang baru dan long lasting,
kemudian teknologi memiliki pengaruh terhadap perkembangan individu dan
perilaku serta adanya second identity. Kedua, teknologi akan menciptakan
bias antara manusia dan teknologi walaupun dapat memperkuat kapasitas kemampuan
manusia, kemudian relasi hubungan antara individu, kolektif, dan teknologi kemungkinan
membuka peluang untuk terjadi penyimpangan ketika tidak adanya keselarasan atau
timpang dan kemudian menyebabkan pergolakan kritik dari segala aspek terutama
nilai dan norma.
A
fictional work is rooted in real life which actually contains many problems
raised in it, including technology. The metaphorical nature of fictional works
coupled with the imaginary visualization of highly advanced technology actually
makes fictional works even more underestimated. On the other hand, what if
fictional works actually become an inspiration for researchers to invent
futuristic technology so that it causes major changes to civilization, of
course, not achieved instantly, but in a process and gradual. The purpose of
this research is to be reflective by uncovering, identifying, and analyzing new
understandings of technology, subjects, and identities in popular fiction,
especially One Piece (Chapters 1058-1125) which is analyzed through the
perspective of Gilbert Simondon's theory of individuation.
This
research is a qualitative descriptive study with a Hermeneutic approach model
that seeks to analyze pre-individuation to the process of transindividuation
that occurred in Dr.Vegapunk in the manga entitled One Piece (Chapter
1058-1125) with descriptive, interpretive, and historical data analysis
techniques.
The
results of this study are divided into two points. First, the genre of
technology raised in fiction is a new and long-lasting issue, then
technology has an influence on individual development and behavior as well as
the existence of a second identity. Second, technology will create a
bias between humans and technology even though it can strengthen the capacity
of human capabilities, then the relationship between individuals, collectives,
and technology may open up opportunities for deviations when there is no
harmony or lame and then cause upheaval of criticism from all aspects,
especially values and norms.
Kata Kunci : Teknologi, Kloning, One Piece, Simondon