Student Housing dengan Pendekatan Green Building di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Muhammad Nadzir Mu'izzuddin, Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM.
2025 | Skripsi | ARSITEKTUR
Yogyakarta sebagai kota pelajar mengalami peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahunnya, yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian. Keterbatasan lahan perkotaan dan tingginya permintaan tempat tinggal menyebabkan permasalahan kepadatan penduduk serta kualitas hunian yang kurang memadai. Mahasiswa, terutama yang berasal dari luar kota dan mancanegara, membutuhkan hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat mendukung aktivitas akademik serta membangun komunitas. Oleh karena itu, diperlukan solusi hunian mahasiswa yang efisien, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di sisi lain, sektor konstruksi berkontribusi besar terhadap krisis lingkungan melalui tingginya emisi karbon, konsumsi energi, dan eksploitasi sumber daya alam. Untuk mengurangi dampak negatif ini, diperlukan pendekatan green building dalam perancangan hunian mahasiswa. Konsep ini mengutamakan efisiensi energi, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta keberlanjutan dalam operasional bangunan. Dengan penerapan prinsip green building, hunian mahasiswa tidak hanya lebih sehat dan nyaman, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa serta prinsip keberlanjutan, rancangan student housing yang menerapkan konsep green building diharapkan menjadi solusi inovatif bagi hunian mahasiswa di Yogyakarta.
Yogyakarta, as a student city, experiences a yearly increase in the number of students, leading to a growing demand for housing. Limited urban land and high demand for accommodation result in issues of population density and inadequate housing quality. Students, especially those from outside the city and abroad, require housing that not only serves as a place to live but also supports academic activities and fosters a sense of community. Therefore, an efficient, comfortable, and student oriented housing solution is essential.
On the other hand, the construction sector significantly contributes to the environmental crisis through high carbon emissions, energy consumption, and resource exploitation. To mitigate these negative impacts, a green building approach is necessary in student housing design. This concept prioritizes energy efficiency, optimization of natural lighting and ventilation, the use of eco-friendly materials, and sustainability in building operations. By implementing green building principles, student housing can become healthier and more comfortable while also contributing to environmental balance.
Considering both student needs and sustainability principles, the design of student housing that incorporates green building concepts is expected to be an innovative solution for student accommodation in Yogyakarta.
Kata Kunci : Student housing, Apartemen mahasiswa, green building