Budaya Konsumsi Kopi Nusantara dalam Tinjauan Orientasi Nilai Budaya Clyde Kluckhohn
Aryanathan Remso Sindhunata Suwondo, Dr. Dra. Sartini, M.Hum.; Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Budaya konsumsi kopi merupakan bagian dari kebudayaan di Nusantara. Sebagai bagian dari kebudayaan yang berkembang budaya konsumsi kopi terbagi menjadi tradisional dan modern. Budaya konsumsi kopi tradisional dianggap sarat akan nilai sosial, spiritual dan harmoni kepada alam. Pengaruh modernisasi mengubah pola masyarakat dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut menyebabkan budaya konsumsi kopi modern dianggap tidak bernilai. Dengan demikian untuk menelusuri nilai-nilai yang terdapat pada budaya konsumsi kopi tradisional dan modern akan digunakan teori orientasi nilai budaya Clyde Kluckhohn yang cocok untuk membedah permasalahan manusia sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perkembangan nilai dan budaya yang terkandung dalam budaya konsumsi kopi Nusantara pada masa tradisional dan modern dan menganalisis orientasi nilai pada budaya konsumsi kopi Nusantara dalam tinjauan teori orientasi nilai budaya Clyde Kluckhohn.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang didasarkan kepada studi filosofis di lapangan dengan menggabungkan data pustaka dan lapangan. Analisis untuk memperoleh hasil pada penelitian ini menggunakan unsur metodis berupa deskripsi, interpretasi, kesinambungan historis, komparasi, dan refleksi kritis.
Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan dua hasil sebagai berikut. Pertama, adanya perkembangan nilai yang terdapat dalam budaya konsumsi kopi tradisional dan modern di Nusantara. Kedua, adanya kesinambungan nilai dari perkembangan budaya konsumsi kopi yang dianalisis dengan teori orientasi nilai budaya Kluckhohn meliputi; hakikat manusia pada budaya konsumsi kopi tradisional dan modern menganggap manusia itu bersifat baik. Hubungan manusia dengan alam pada budaya konsumsi kopi tradisional dan modern menunjukkan keselarasannya dengan alam. Hubungan manusia dengan waktu pada budaya konsumsi kopi tradisional dan modern berfokus pada masa kini. Orientasi aktivitas pada budaya konsumsi kopi tradisional terdapat pada rentang being hingga being-in-becoming, sedangkan modern berfokus pada doing. Hubungan antarmanusia pada budaya konsumsi kopi tradisional berada pada rentang linear dan kolateral, sedangkan modern pada rentang kolateral dan individual. Dari analisis tersebut menunjukkan bahwa budaya konsumsi kopi tradisional dan modern masih memiliki kesamaan orientasi nilai budaya.
Coffee consumption culture is part of the culture in Nusantara. As part of a developing culture, coffee consumption is divided into traditional and modern styles. The traditional coffee consumption culture is considered to embody values of social, spiritual, and natural harmony. The influence of modernization has changed the way of life of society. This has led to the modern coffee consumption culture being considered worthless. Thus, to explore the values inherent in traditional and modern coffee consumption cultures, Clyde Kluckhohn's cultural value orientation theory will be employed, which is well-suited for analyzing everyday human problems. The purpose of this study is to examine the development of values and culture within the coffee consumption culture of the Nusantara, spanning both traditional and modern times, and to analyze the value orientation in this culture in the context of Clyde Kluckhohn's cultural value orientation theory.
This research is a descriptive, qualitative study based on philosophical field studies, combining library and field data. The analysis in this study employs methodological elements, including description, interpretation, historical continuity, comparison, and critical reflection, to obtain results.
The research conducted has yielded the following two results. First, there is a development of values found in the traditional and modern coffee consumption culture in Nusantara. Secondly, continuity in the values underlying the development of coffee consumption culture, as analyzed using Kluckhohn's cultural value orientation theory. This analysis highlighted that the essence of humanity in both traditional and modern coffee consumption culture considers humans to be inherently good. The relationship between humans and nature in traditional and modern coffee consumption cultures exemplifies a harmony-with-nature. The relationship between humans and time in traditional and modern coffee consumption cultures focuses on the present. The orientation of activities in traditional coffee consumption culture ranges from being to being-in-becoming, while modern culture focuses on doing. Interpersonal relationships in traditional coffee consumption culture range from linear to collateral, while modern culture ranges from collateral to individual. This analysis reveals that traditional and modern coffee consumption cultures continue to share similar cultural value orientations.
Kata Kunci : Konsumsi kopi, Nusantara, tradisional, modern, dan orientasi nilai