INOVASI MODEL BISNIS KEBERLANJUTAN TERINTEGRASI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
MUHAMMAD ALVIN ARKANANTA SYAM, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., Ph.D., CFP
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Industri kelapa sawit tengah menghadapi tekanan regulasi dan pasar yang menuntut kinerja
berkelanjutan. Penelitian ini merancang inovasi model bisnis berkelanjutan bagi perusahaan
perkebunan sawit skala menengah PT XYZ dengan menggabungkan pemetaan Magic Triangle
oleh Gassman, Inovasi model bisnis Ramdani (BMI), serta Inovasi yang dipimpin oleh
keberlanjutan dari Bessant dan Tidd (SLI) ke dalam rancangan Inovasi model bisnis
keberlanjutan oleh Ferlito dan Faraci (SBMI). Sasaran utamanya adalah: memetakan struktur
model bisnis yang berjalan, mengidentifikasi peluang inovasi yang relevan dan menilai
kesiapan serta arah strategis perusahaan untuk menuju ke arah keberlanjutan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal pada PT XYZ. Data
dihimpun melalui wawancara semi-terstruktur dengan aktor kunci, observasi non-partisipatif
dan studi dokumentasi (laporan internal dan dokumen pendukung). Seluruh data dianalisis
secara tematik dengan dukungan triangulasi untuk menjaga kredibilitas temuan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa PT XYZ merupakan perusahaan keluarga di Kalimantan
Tengah yang masih bertumpu pada penjualan TBS. Perusahaan memerlukan empat fokus
pembaruan: (i) memperkuat proposisi nilai melalui hilirisasi (Produk turunan TBS) dan
sertifikasi RSPO/ISPO; (ii) mendorong efisiensi operasional (pemupukan presisi, pemanfaatan
limbah, perbaikan infrastruktur dan logistik); (iii) mendiversifikasi serta menstabilkan alur
penangkapan nilai (pendapatan baru disertai disiplin biaya dan kas); serta (iv) memperkuat
modal manusia (pelatihan, insentif, budaya belajar). Empat fokus ini dihasilkan dari integrasi
model bisnis Magic Triangle, BMI, SLI dan SBMI.
Pada peta integrasi SLI dan SBMI, PT XYZ berada pada transisi dari optimisasi
operasional menuju transformasi organisasional. Agenda kolaborasi lintas-aktor muncul
sebagai prasyarat untuk melangkah ke pembangunan sistem. Rancangan SBMI yang dihasilkan
memberikan jalur implementasi yang lebih sistematis agar perusahaan menjadi lebih tangguh,
bernilai tambah, dan selaras dengan tuntutan keberlanjutan.
The palm oil industry is facing regulatory and market pressures that demand sustainable
performance. This study designs a sustainable business model innovation for a medium-scale palm
oil plantation company, PT XYZ, by integrating the Magic Triangle mapping by Gassmann,
Ramdani’s Business Model Innovation (BMI), Bessant and Tidd’s Sustainability-Led Innovation
(SLI), and the Sustainable Business Model Innovation (SBMI) framework by Ferlito and Faraci.
The main objectives are to: (i) map the current business model structure, (ii) identify relevant
innovation opportunities, and (iii) assess the company’s readiness and strategic direction toward
sustainability. A qualitative descriptive approach with a single case study at PT XYZ was
employed. Data were collected through semi-structured interviews with key actors, non-participant
observation, and documentation review (internal reports and supporting documents). The data
were thematically analyzed with triangulation to ensure the credibility of the findings.
The results indicate that PT XYZ is a family owned company in Central Kalimantan that
remains dependent on the sale of fresh fruit bunches (FFB). The company requires four renewal
priorities: (i) strengthening the value proposition through downstream activities (FFB derivatives)
and RSPO/ISPO certification; (ii) improving operational efficiency (precision fertilization, waste
utilization, infrastructure and logistics improvements); (iii) diversifying and stabilizing value
capture streams (new revenue sources alongside disciplined cost and cash management); and (iv)
strengthening human capital (training, incentives, and a learning culture). These four priorities
result from the integration of the Magic Triangle Business model, BMI, SLI, and SBMI models.
Within the SLI and SBMI integration map, PT XYZ is positioned in the transition from
operational optimization to organizational transformation. Cross-actor collaboration emerges as a
prerequisite to advancing toward systems building. The resulting SBMI blueprint offers a more
systematic implementation pathway to strengthen the company’s resilience, create added value,
and align with sustainability demands.
Kata Kunci : Model Bisnis, Inovasi, Kelapa Sawit, Hilirisasi, Sertifikasi Keberlanjutan/Business Model, Innovation, Palm Oil, Downstream, Sustainability Certification